Suara.com - Bayi tiga tahun ke bawah (batita) sering kali merengek minta digendong padahal sudah bisa berjalan.
Menggendong anak memang ada batas waktunya. Jangan sampai anak Anda yang sudah cukup besar merengek minta digendong terus. Anda harus melatih anak untuk menghilangkan kebiasaan tersebut dilansir Hello Sehat.
Sebenarnya tidak ada patokan kapan usia anak harus berhenti digendong, sesuaikan saja dengan perkembangan anak. Jika anak sudah bisa berjalan, maka Anda bisa mengurangi kebiasaan ini secara perlahan. Selain mengurangi beban Anda untuk menggendong anak, menghentikan kebiasaan ini berarti memberikan kebebasan bagi anak untuk mengasah kemampuan bergerak seperti berjalan, berlari, atau melompat.
Menghadapi anak minta gendong memang tidak bisa instan. Anak perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Beberapa hal ini dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan anak minta gendong, antara lain:
1. Kurangi kebiasaan menggendong anak
Anak butuh waktu untuk beradaptasi dengan suatu hal, termasuk untuk berhenti digendong. Bagi bayi yang belum bisa berjalan, ia pasti membutuhkan bantuan Anda untuk berpindah tempat. Namun, bukan berarti setiap saat Anda harus menggendongnya.
Anda bisa menggunakan bantuan stroller bayi, misalnya ketika mengajaknya jalan-jalan. Ikatan bayi dengan Anda tetap terjalin, kok, saat Anda menyusui atau memeluknya saat si kecil akan tidur.
Kemudian, kebanyakan orangtua menyuapi anaknya sambil digendong. Padahal saat bayi sudah bisa duduk, Anda bisa menyuapi makanan sambil mendudukan bayi di kursi duduk khusus. Tentu ini akan melatih dan memberikan waktu bagi anak untuk menyesuaikan diri.
Baca Juga: TNI Bangun Rumah Sehat untuk Korban Gempa di Sumbawa Barat
2. Tenangkan anak dengan cara lain selain dengan gendongan
Anak sering kali menangis dan akan reda jika ia digendong. Ini boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu sering. Ada banyak cara untuk menenangkan anak saat ia sedih, gelisah, atau takut.
Caranya mudah, Anda bisa memberi anak pelukan kemudian memberikan usapan lembut di puncak kepalanya. Beri anak ungkapan kata-kata yang bisa membuat perasaanya jadi lebih baik dan lebih tenang. Bukan hanya mengurangi kebiasaaan untuk digendong, anak juga belajar untuk mengatasi dan menenangkan dirinya sendiri.
4. Biasakan anak untuk hidup mandiri
Banyak orangtua yang masih ragu untuk membiarkan anaknya bermain bebas di halaman. Jadi, saat bermain di luar rumah pun anak masih saja dalam gendongan.
Jika Anda ingin menghilangkan kebiasaan anak untuk minta gendong, maka ajari anak untuk mandiri, yaitu percaya dengan kemampuannya sendiri untuk berjalan dan menjelajahi lingkungan. Anda bisa membantu anak dengan mengajaknya jalan santai setiap pagi atau bersepeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?