Suara.com - Dekongestan dikenal sebagai penyelamat hidung tersumbat akibat pilek. Tapi, dekongestan sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun.
Pada orang dewasa, ada penelitian yang membuktikan kalau dekongestan memang dapat membantu mengatasi hidung tersumbat, salah satu gejala flu yang paling mengganggu. Tapi untuk anak-anak, tidak ada bukti yang valid bahwa dekongestan memberi efek yang sama. Justru, beberapa penelitian menunjukkan efek samping ringan atau potensi berbahaya jika digunakan pada anak, demikian laporan British Medical Journal.
"Flu penyakit yang sangat umum dan memengaruhi semua orang di seluruh dunia," kata ketua peneliti Dr. Mieke van Driel dari University of Queensland di Brisbane, Australia.
Flu biasa disebabkan oleh virus, dan akan berlangsung selama 7 hingga 10 hari. Biasanya, anak-anak akan mengalami flu sekitar enam hingga delapan kali dalam setahun, dan orang dewasa mengalami dua hingga empat kali dalam setahun.
Untuk melihat gejala apa yang paling mengganggu dari flu, van Driel dan rekannya bertanya kepada 10 orang yang datang ke apotek untuk mencari obat OTC.
Menurut orang-orang itu, gejala hidung tersumbat adalah yang paling mengganggu, sehingga tim peneliti memutuskan untuk memfokuskan ulasan penelitian mereka pada perawatan untuk mengatasi hidung tersumbat, hidung berair, dan bersin.
Para peneliti pun menekankan pada studi yang menilai efek dekongestan, antihistamin, analgesik, kortikosteroid intranasal, obat herbal, vitamin dan mineral seperti seng, obat semprot hidung, obat gosok, dan uap inhalasi.
Secara keseluruhan, mereka menemukan sedikit bukti yang membuktikan bahwa semua pengobatan OTC untuk flu dapat membantu meringankan gejala hidung tersumbat secara signifikan, dan obat-obatan tersebut cenderung memiliki efek samping seperti insomnia, mengantuk, sakit kepala, dan sakit perut.
Mereka juga melakukan beberapa uji coba pada anak-anak di bawah usia 12 tahun. Satu penelitian menemukan sedikit bukti bahwa menyemprot atau meneteskan larutan garam ke hidung aman untuk anak-anak. Dan beberapa penelitian kecil lainnya melaporkan hasil yang bertentangan untuk efektivitas dekongestan dan antihistamin pada anak-anak.
Baca Juga: Bantah Terima Duit Rp 1 M, Steffy Burase Kembali Diperiksa KPK
Dalam satu review yang meliputi empat uji coba terkontrol secara acak dengan total 1.466 partisipan dewasa, peneliti menemukan bahwa obat antihistamin dapat membantu meredakan hidung meler dan gejala bersin, tetapi bukan hidung tersumbat. Sedangkan antibiotik dan kortikosteroid intranasal tidak terbukti memperbaiki gejala flu.
Penelitian menggunakan pengobatan alami, para peneliti menemukan bahwa uji klinis terhadap Echinacea, vitamin C, pelega tenggorokan, dan uap panas, tidak mampu mengatasi gejala hidung tersumbat.
"Vitamin C biasanya dianggap sebagai alternatif terapi untuk flu yang efektif, tidak berbahaya, dan tidak mahal," kata Angela Ortigoza dari Universitas Katolik Kepausan di Santiago, Chili, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Meskipun vitamin C membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ia tidak bisa menyembuhkan flu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak