Suara.com - Berapapun usia Anda, kesehatan mata adalah hal yang perlu dijaga. Terlebih bagi anak-anak, karena kesehatan mata yang terganggu dapat mengganggu aktivitas mereka.
Penglihatan memainkan peran penting dalam perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak-anak. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata bagi anak sangat penting dilakukan untuk mendiagnosis adanya gangguan mata sejak dini.
Untuk mendukung hal ini, Philips Lighting juga gencar mengampanyekan produk barunya yang terinspirasi dari bunga matahari, yakni Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics.
"Jangan pernah sia-siakan mata hanya karena cahaya yang buruk. Pencahayaan seimbang yang masuk ke dalam mata akan membuat mata bekerja dengan baik," seru Lea K Indra, Signify Integrated Communications Indonesia dalam acara launching Philips MyCare LED dengan yang digelar di Tugu Kunstkring Paleis, The Art Space Main Hall, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).
Secara global, orang dewasa tidak melihat perawatan mata sebagai prioritas teratas dibandingkan kebugaran dan pengurangan berat badan, namun para orangtua khawatir jika anak-anak mereka memerlukan kacamata di masa depan.
Ada kesamaan dimana orang dewasa dan anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan layar – apakah itu ponsel, layar komputer atau televisi.
Kekhawatiran ini juga dikemukakan orangtua di Indonesia, 91% setuju bahwa mereka akan membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar untuk mencegah rabun jauh. Ini juga didukung oleh laporan dari World Health Organization (WHO), yang menunjukkan bahwa bekerja dengan melihat dekat secara berlebihan dapat meningkatkan risiko miopia dan hal ini dapat ditolong dengan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.
“Masih ada banyak orang yang belum menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengantisipasi penglihatan yang kurang menjadi bertambah parah. Salah satu faktor penting yang dapat mendukung perawatan mata adalah pencahayaan berkualitas tinggi. Cahaya yang baik dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang membutuhkan visual, terutama bagi anak-anak,” kata dr Rina La Distia Nora, SpM(K), PhD, mewakili Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
Sejumlah gagasan bermanfaat dihadirkan dalam meningkatkan perawatan mata anak-anak. Apa yang dapat orangtua lakukan untuk menjaga kesehatan mata anak? Berikut tips nya.
Baca Juga: Sebelum Jadi TSK, Fahri Hamzah: Taufik Jarang Masuk ke DPR
Dorong aktivitas luar ruangan
Pencahayaan alami telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kenyamanan mata, jadi anjurkan anak-anak Anda bermain di kebun atau bawa mereka ke taman. Organisasi Dunia (WHO) menyarankan bahwa akan bermanfaat untuk menghabiskan waktu dua jam sehari di luar ruangan.
Berinvestasi di lampu yang LED yang berkualitas
Dengan pencahayaan yang baik anak-anak dapat belajar di bawah lampu dengan nyaman, tanpa risiko kelelahan sakit kepala.
Batasi waktu menatap layar
Meskipun ini mungkin sulit dilakukan mengingat kehidupan sehari-hari sekarang sangat disarankan oleh ponsel, komputer dan televisi agar-agar anak-anak Anda meluangkan waktu untuk keluar dari layar dengan bermain di luar ruangan atau membaca buku
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien