Suara.com - Setiap orang yang menggunakan lensa kontak dianjurkan untuk melepasnya sebelum tidur. Pakar mengatakan hal ini dilakukan agar kesehatan mata, terutama bagian kornea, tetap terjaga.
Andre Horn, dokter spesialis mata dari Mellins i-Style, mengatakan bahwa masalah rentan terjadi saat seseorang tertidur tanpa sengaja dan masih mengenakan lensa kontak.
"Bukan ide yang baik jika Anda tidur masih mengenakan lensa kontak. Ketika Anda tertidur masih mengenakan lensa kontak, kornea mata tidak mendapat cukup pasukan oksigen," tutur Horn, dikutip dari Health24.
Saat mata terbuka, kornea mendapat pasokan oksigen dari udara bebas. Namun saat tidur mengenakan lensa kontak, kelopak mata akan menutupi kornea secara utuh sehingga kornea tak mendapat pasokan oksigen.
Hal ini dibenarkan oleh Dr Thomas Steinemann, pakar kedokteran mata dari American Academy of Ophthalmology. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, maka kornea berisiko mengalami pembengkakan.
"Pembengkakan kornea akan memperlebar jarak antara sel-sel di permukaan bola mata, membuatnya rentan mengalami infeksi bakteri, hingga tujuh kali lipat," urainya.
Horn mengatakan tak melepas lensa kontak sebelum tidur meningkatkan risiko mengalami keratitis, alias peradangan kornea. Inilah yang mendasari anjuran untuk melepas lensa kotak sebelum tidur.
"Hal ini juga berlaku bagi lensa kontak jangka panjang. Minimal lepas lensa kontak seminggu sekali agar mata tetap sehat," tutupnya.
Jadi ingat ya, jangan lupa untuk melepas lensa kontak sebelum tidur agar kesehatan kornea mata terjaga.
Baca Juga: Waspada! Acanthamoeba Keratitis Intai Pengguna Lensa Kontak
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala