Suara.com - Rasa sakit atau nyeri adalah sesuatu yang sulit digambarkan, karena sering dianggap subjektif dan tergantung pada ambang nyeri masing-masing individu. Anda mungkin bisa mendeskripsikan rasa sakit ketika mentato kulit, atau sakit saat melahirkan. Tapi, bagaimana dengan rasa sakit akibat penyakit?
National Health Service atau NHS di Inggris menyebut ada 20 kondisi yang menimbulkan "rasa sakit yang melumpuhkan", yang umumnya membuat Anda tak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Di antaranya adalah sakit karena patah tulang dan batu ginjal.
NHS juga menyebut kondisi nyeri bahu sebagai salah satu penyebab rasa sakit yang terburuk, kondisi di mana sendi menjadi sangat kaku sehingga hampir tidak mungkin bagi Anda untuk mengangkat lengan. Kondisi ini dapat berlangsung lama hingga bertahun-tahun jika tidak ditangani.
Endometriosis, suatu penyakit pada sistem reproduksi perempuan di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim, juga masuk dalam daftar penyebab sakit terburuk. Kondisi ini, yang diperkirakan memengaruhi satu dari 10 perempuan di seluruh dunia, menimbulkan rasa nyeri di panggul, nyeri saat menstruasi, dan nyeri saat berhubungan seks.
Daftar lain kondisi yang dapat menyebabkan nyeri parah adalah radang sendi, radang usus buntu, dan migrain.
Daftar lengkap menurut NHS, tidak secara berurutan, adalah sebagai berikut:
1. Herpes zoster
2. Sakit kepala sebelah
3. Nyeri bahu
4. Patah tulang
5. Causalgia atau complex regional pain syndrome (CRPS)
6. Serangan jantung
7. Pergeseran piringan sendi
8. Anemia sel sabit
9. Radang sendi
10. Migrain
11. Sciatica atau nyeri panggul
12. Batu ginjal
13. Radang usus buntu
14. Neuralgia trigeminal atau penyakit saraf pada wajah
15. Pankreatitis akut
16. Encok
17. Endometriosis
18. Ulkus lambung
19. Fibromyalgia
20. Nyeri setelah operasi
Dari kondisi di atas, Dr. Gary LeRoy, seorang dokter keluarga di Dayton, Ohio, mengatakan kepada The Independent, “Ini semua adalah kondisi sakit yang biasa kita temui di rumah sakit.”
Namun, Dr. LeRoy berpendapat bahwa ada dua penyakit lain yang patut ditambahkan, yaitu nyeri punggung bagian bawah dan sakit gigi.
Baca Juga: Bagi Para Muslim, Ini Kehebatan Doa Safar saat Naik Pesawat
Menurut Dr. LeRoy, “Nyeri punggung bagian bawah yang kronis memengaruhi 80 persen populasi di dunia. Hal ini karena sebagai manusia, kita melakukan gerakan membungkuk, mendorong, dan menarik, yang dapat menyebabkan nyeri punggung muskuloskeletal."
Sakit gigi, yang sering diabaikan, juga bisa sangat menyakitkan, menurut Dr. LeRoy. Buktinya, banyak pasien mengeluh sakit di mulut, rahang, atau telinga, yang ternyata penyebabnya adalah masalah pada gigi, misalnya abses.
Lalu, apa yang harus dilakukan ketika Anda mengalami satu dari rasa sakit yang paling mengerikan dan membuat 'lumpuh' tersebut? Dr. LeRoy merekomendasikan untuk segera mencari pertolongan medis, karena hal ini bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang Anda. Apalagi jika penyebab sakit tersebut adalah penyakit-penyakit yang berpotensi mengancam jiwa, seperti serangan jantung, pankreatitis akut, atau radang usus buntu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh