Suara.com - UNICEF bekerja sama dengan Badan Pengembangan Perawatan Kesehatan Primer negara bagian Sokoto-Nigeria, SSPHCDA, mengklaim berhasil melakukan imunisasi polio kepada 66,870 anak di Sokoto dengan menggunakan Indomie sebagai pemikatnya.
Angka imuniasasi anak tersebut disebut naik berkali-kali lipat setelah sebelumnya banyak orangtua yang takut anaknya mandul setelah melakukan imunisasi karena isu miring yang beredar.
Dilaporkan oleh portal berita resmi Voice of Nigeria (VON), Indomie dimanfaatkan sebagai strategi baru demi mendorong anak-anak mau di imunisasi polio.
Strategi memberikan Indomie mie instan jika anaknya mau imunisasi ini tampaknya membuahkan hasil dengan banyaknya orangtua datang ke pos imunisasi.
Direktur Pelayanan Kesehatan wilayah pemerintah lokal Wamakko, Awaisu Ahmad Goronyo, mengungkapkan ia senang dengan hasil ini dan memastikan pemerintah negara bagian akan menjaga penyediaan sistem transportasi yang baik dan logistik lainnya demi menyukseskan strategi imunisasi polio di Sokoto
“Pemerintah negara bagian telah menyediakan mie indomie untuk dibagikan kepada anak-anak yang divaksinasi untuk mendorong orang tua membawa anak mereka untuk imunisasi,” kata Direktur Awaisu Ahmad.
Direktur Awaisu Ahmad mencatat lebih dari enam puluh petugas kesehatan terlibat, termasuk lima wanita di setiap bangsal yang disediakan oleh UNICEF untuk memastikan mobilisasi dan memberi tahu dari rumah ke rumah untuk membawa anak-anak mereka diimunisasi.
Strategi baru ini akan dijalankan selama enam hari di delapan daerah yang meliputi Sokoto Selatan, Sokoto Utara, Bodinga, Kware, Wamakko, Wurno, Dange-Shuni dan Yabo.
Vaksin mencakup, Vaksin Polio Vaksin intervertuler (FIPV) dan Vaksin Oral Polio (OPV). Nggak disangka ya, ternyata di Nigeria, Indomie punya banyak penggemar sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pemikat agar warga mau imunisasi polio, kreatif!
Baca Juga: Hong Kong Open 2018 : Dua Ganda Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini