Suara.com - Turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin di Eropa membuat sejumlah negara mewaspadi kembalinya wabah penyakit menular.
Yang terbaru, Eropa mengalami angka kejadian campak paling tinggi dalam tujuh tahun terakhir, akibat rendahnya cakupan imunisasi campak dan rubella di beberapa negara.
"Ini butuh perhatian serius dari Uni Eropa. Menurunnya tingkat kepercayaan terhadap vaksin diakibatkan oleh kampanye oleh golongan anti-vaksin yang menyebarkan informasi sesat di internet," ujar Vytenis Andriukaitis, Komisioner Kesehatan dari Uni Eropa, dikutip dari Reuters.
Heidi Larson dari Vaccine Confidence Project, London School of Hygiene & Tropical Medicine, mencatat ada perbedaan tren di beberapa negara Eropa terkait tingkat kepercayaan vaksin.
Perancis, Yunani, Italia, dan Slovenia merupakan negara-negara yang tingkat kepercayaan vaksinnya mengalami peningkatan.
Di sisi lain, Republik Ceko, Finlandia, Polandia, dan Swedia adalah beberapa negara yang mengalami penurunan tingkat kepercayaan vaksin.
Hal ini menyebabkan sejumlah imunisasi rutin seperti imunisasi campak, rubella, dan influenza turut mengalami penurunan cakupan. Jika dibiarkan, wabah penyakit bisa dipastikan akan kembali.
"Vaksin flu kurang diminati karena dampaknya dianggap tidak parah. Padahal, influenza bisa memiliki komplikasi serius pada ibu hamil," tutup Larson.
Baca Juga: Ilmuwan : Orangtua Harus Paham Fungsi Pemberian Vaksin
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia