Suara.com - Aktor Rob Delaney, bintang komedi hit Catastrophe, mengumumkan bahwa dirinya akan menjadi pembaca dongeng di sebuah acara televisi anak-anak CBeebies Bedtime Stories menggunakan Makaton, bahasa isyarat yang ia gunakan untuk berkomunikasi dengan putranya, Henry.
Henry meninggal pada bulan Januari tahun ini pada usia dua tahun setelah didiagnosis tumor otak.
Sebelum kematian putranya, Delaney dan seluruh keluarganya menggunakan Makaton untuk berbicara dengan Henry, yang tidak dapat berbicara setelah menjalani tracheostomy.
Apa itu Makaton?
Dilansir dari The Independent, Makaton adalah program bahasa yang menggunakan tanda dan simbol untuk membantu individu yang tidak dapat berkomunikasi secara efisien melalui ucapan verbal.
Berbeda dengan bahasa isyarat, Makaton selalu digunakan bersama dengan ucapan.
Makaton pertama kali dikembangkan pada tahun 1970-an oleh Margaret Walker MBE, Kathy Johnston, dan Tony Cornforth, ahli terapi bicara dan bahasa yang semuanya bekerja sama di Royal Association untuk orang tuli.
Istilah "Makaton" diciptakan dengan menggabungkan suku kata pertama dari masing-masing nama mereka.
Makaton telah diadaptasi untuk digunakan di lebih dari 40 negara, termasuk Polandia, Australia, Yunani, dan Jepang.
Mengapa Makaton digunakan?
Tujuan dari Makaton adalah untuk membantu orang dengan kesulitan bicara meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.
Baca Juga: Ditemukan di Tong Sampah, Ada Luka Menganga dan Baju Dufi Sobek
Tanda-tanda dan simbol yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Makaton digunakan dalam urutan yang sama seperti jika kata-kata itu diucapkan dengan keras, sehingga mendukung dan mendorong pengembangan bahasa lisan.
Ketika berbicara menggunakan tanda-tanda dan simbol Makaton, orang didorong untuk juga menggunakan gerakan mulut di saat yang sama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.
Makaton dapat digunakan dalam berbagai cara tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu, seperti dalam percakapan sehari-hari, saat bermain game, dan ketika bercerita.
Siapa yang membutuhkan Makaton?
Lebih dari 100.000 anak-anak dan orang dewasa menggunakan tanda-tanda dan simbol Makaton untuk berkomunikasi, demikian menurut The Makaton Charity.
Program bahasa isyarat sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami kesulitan belajar atau komunikasi, termasuk mereka yang memiliki kondisi seperti autisme atau sindrom Down.
Ini juga dapat membantu orang-orang seperti pasien stroke yang mengalami masalah dengan kemampuan bicara mereka.
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah