Suara.com - Perang saudara yang melanda Yaman dalam 3 tahun terakhir juga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Sekitar 85 ribu anak-anak di Yaman meninggal karena malnutrisi dan gizi buruk karena dampak perang saudara.
Organisasi kemanusiaan Save the Children mengatakan perang saudara membuat banyak bangunan dan infrastruktur di Yaman rusak. Akibatnya, pasokan makanan bergizi ke masyarakat terhambat, dan menyebabkan terjadinya malnutrisi dan gizi buruk pada anak-anak.
"Tak hanya itu, perang saudara juga membuat harga bahan pokok dan makanan naik, sementar nilai mata uang menurun, membuat keluarga sulit memberikan makanan," tulis Save the Children dalam laporannya, dikutip dari BBC.
Dugaan saat ini, malnutrisi akut menjadi penyebab utama masalah dan gizi buruk yang melanda anak-anak di Yaman. Nah, malnutrisi akut meski gampang ditangani, dapat berdampak parah jika dibiarkan berlarut.
Save the Children mengestimasi 20-30 persen pengidap malnutrisi akut dan gizi buruk meninggal setiap tahunnya karena penanganan yang terlambat.
"Malnutrisi adalah penyebab kematian terburuk pada anak-anak, karena organ tubuh mereka perlahan-lahan menurun fungsinya, sebelum akhirnya berhenti dan gagal berfungsi," tulisnya lagi.
Penyebab lain kematian pada pengidap malnutrisi dan gizi buruk adalah infeksi. Kurang gizi membuat anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga lebih mudah terjangkit penyakit infeksi.
"Orang tua tentu tidak tega, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena perang saudara berdampak ke seluruh negara," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir