Suara.com - Makanan dengan rasa pahit memang tidak disukai, namun tahukah Anda ternyata kandungan makanan pahit kaya akan nutrisi sehingga baik untuk kesehatan tubuh.
Dilansir dari laman Huffington Post, Guido Masé, seorang penulis buku The Wild Medicine Solution: Healing with Aromatic, Bitter and Tonic Plants, mengatakan bahwa tidak semua makanan pahit itu beracun, makanan itu bahkan diperkaya berbagai nutrisi yang tidak Anda dapatkan dari makanan manis yang selama ini jadi kegemaran Anda.
Selain itu, tanpa disadari rasa pahit dari makanan tersebut malah bisa membantu Anda untuk mengendalikan nafsu makan, memperbaiki kerja hati dalam menghasilkan empedu, sekaligus melancarkan sistem pencernaan. Secara tidak langsung, risiko penyakit kanker, jantung, diabetes pun akan semakin kecil.
Nah, mulai tertarik untuk mencoba makan makanan pahit? Jangan keburu bingung dulu, berikut ini beberapa pilihannya dilansir Hello Sehat:
1. Pare
Baru mendengar namanya saja mungkin sudah terbayang bagaimana rasa sayur yang satu ini. Ya, pare memang sudah terkenal lama berkat rasa pahitnya yang khas.
Namun, tahukah Anda kalau pare kaya akan antioksidan? Itu sebabnya, pare dipercaya bisa membantu mencegah serangan radikal bebas penyebab penyakit kronis hingga menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan diabetes.
Pare juga dikemas oleh zat fitokimia, seperti triterpenoid, polifenol, dan flavonoid, yang terbukti mampu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.
2. Kulit jeruk
Baca Juga: Tes Urine, Anggota Polda Sultra Berpangkat Kompol Positif Narkoba
Buah jeruk, lemon, serta jeruk bali umumnya hanya dikonsumsi daging buahnya saja. Uniknya, serabut putih serta kulit bagian luar buah-buahan yang biasanya dibuang ini, justru bermanfaat berkat kandungan antioksidan flavonoid, khususnya jenis hesperidin dan naringin di dalamnya.
Seperti yang mungkin telah Anda tahu, antioksidan penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh guna menghindari serangan berbagai penyakit. Tidak perlu bingung bagaimana cara mengonsumsinya.
Anda bisa memakan langsung serabut putih bersama dengan buah jeruk. Bisa juga memarut kulit buah kemudian ditambahkan langsung pada makanan atau minuman. Selain memberi manfaat kesehatan, aroma khas yang dihasilkan dari kulit buah jeruk akan semakin menambah cita rasa hidangan.
3. Sayuran Cruciferous
Sayuran cruciferous adalah beberapa jenis sayuran yang meliputi brokoli, kol, kembang kol, pakcoy, lobak, dan sawi hijau. Meski masih banyak disukai, tapi tak jarang juga yang menganggap sayur-sayuran ini memiliki rasa yang pahit.
Pasalnya, kesemua sayuran tersebut mengandung senyawa glucosinolates yang bertanggung jawab memberi rasa pahit. Namun tetap menyumbang banyak manfaat kesehatan. Bukan hanya itu, sayur cruciferous juga dilengkapi dengan fitonutrien yakni antioksidan dari kelompok flavonoid, carotenoid, dan sulforaphane.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh