Suara.com - Empat anggota Polda Sulawesi Tenggara dinyatakan positif sebagai pecandu narkoba melalui pemeriksan urine yang digelar Bidang Propam Polda Sultra, Selasa (27/11/2018), hari ini.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Golden Hardt menyebutkan satu dari empat anggota polisi yang teridentifikasi itu sudah berpangkat Komisaris Polisi (Kompol)
"Memang benar ada empat anggota yang dinyatakan positif mengandung zat ampetamin narkotika, dan di antara anggota yang dinyatakan positif, yakni satu orang perwira berpangkat Komisaris Polisi, Bripka, Brigadir serta Briptu," ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa.
Namun demikian, Harry enggan menyebutkan secara rinci empat anggota polisi yang urinenya dinyatakan positif mengandung narkoba. Dia hanya menyampaikan, keempat anggota itu kini sudah diproses dan kasusnya ditangani Ditresnarkoba Polda Sultra.
"Semua personel yang positif mengkonsumsi narkoba langsung diserahkan ke Direktorat Resnarkoba Polda Sultra untuk diproses lebih lanjut," kata Kabid Humas.
Harry menambahkan tes urine itu guna memastikan bahwa tak ada anggotanya yang terdeteksi menggunakan narkoba.
"Kita tes urine terhadap anggota Polda Sultra ini untuk membuktikan bahwa polisi berkomitmen memberantas narkoba di daerah ini. Polisi harus bebas dari penggunaan barang haram tersebut," jelasnya.
"Yang lebih penting, yaitu untuk mengetahui sejauhmana pencegahan narkoba yang dilakukan anggata Polri dan khususnya di jajaran Polda Sultra," tambahnya. (Antara)
Baca Juga: Diduga Terlibat Korupsi, Jaksa Tahan 3 Dokter di Pekanbaru
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi