Suara.com - Pernahkah Anda mengamati warna es batu yang Anda buat sendiri dengan air matang atau es batu buatan para pedagang es di pinggir jalan maupun di tempat makan? Sadarkah Anda kalau ternyata ada perbedaan mencolok soal warna es batunya?
Mengapa demikian? Hal ini ternyata disebabkan oleh air yang digunakan dalam membuat es batu.
Air mengandung oksigen sehingga hewan yang hidup di air bisa bernafas dan hidup di sana. Selain oksigen, mikroorganisme seperti bakteri juga ada dalam air.
Nah, ketika air dibekukan, zat-zat yang ada di dalam air, termasuk oksigen dan mikroorganisme tersebut akan ikut membeku. Akibatnya warna es batu menjadi keruh (putih susu). Dengan kata lain, es batu yang berwarna keruh terbuat dari air kotor atau belum dimasak.
Lain halnya jika menggunakan air matang. Merebus air akan membuat gas dalam air termasuk oksigen menguap ke udara. Tak hanya itu, mikroorganisme yang ada dalam air juga akan mati.
Lalu apa bahayanya bagi tubuh bila mengonsumsi es batu yang dibuat dari air mentah? Yuk, teruskan membaca artikel tentang warna es batu yang harus Anda ketahui.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi