Suara.com - Berolahraga merupakan rutinitas sehat yang setiap orang dapat lakukan kapan saja. Namun tentunya, menciptakan kebiasaan tersebut harus dimulai dengan mengukur kemampuan diri sendiri, yang harus disesuaikan dengan kapasitas dan batasan Anda saat ini. Termasuk bagi lansia, atau orang yang hampir seumur hidupnya tidak pernah berolahraga. Nah, kini ada zumba gold yang merupakan program olahraga yang bagus untuk membuat tubuh sehat dan bugar.
Serupa dengan zumba reguler yang sudah populer di kalangan masyarakat dunia, zumba gold menawarkan olahraga menyenangkan dengan pelatihan kardiovaskular, toning, dan keseimbangan yang dilakukan dalam suasana seperti pesta, namun dengan tingkat intensitas yang lebih rendah untuk pemula dan lansia.
Untuk memulainya, tidak diperlukan pengalaman menari atau olahraga sama sekali dari setiap peserta. Gerakannya juga didasarkan pada gaya-gaya tarian Latin dan internasional yang menarik, mulai dari salsa, merengue, cumbia, cha-cha, tango, flamenco, tari perut, rock n 'roll, dan banyak lagi. Sementara zumba reguler gerakannya digabungkan dengan lompatan, squat, dan lunges, zumba gold dilengkapi dengan gerakan yang lebih sederhana dan berulang yang mudah diikuti, tidak terlalu cepat dan tetap dengan format zumba.
Menyenangkan dan efektif, zumba gold menawarkan latihan seluruh tubuh yang dapat membantu menurunkan berat badan dan memperlancar peredaran darah untuk lansia, yang dapat menghilangkan pusing atau bahkan membantu menurunkan kolesterol.
Joy Prouty, seorang Zumba Education Specialist, pelatih zumba fitness, dan salah satu pengembang program zumba gold mengatakan bahwa, zumba juga bisa membantu memperbaiki kondisi tulang.
“Selain itu, karena kami membuat setiap peserta bergerak, latihan ini menjaga, memulihkan, atau meningkatkan kelenturan. Keuntungan lainnya dapat membantu orang mendapatkan postur yang lebih baik, juga meringankan Anda dalam melakukan kegiatan sehari-hari,” ujar Joy Prouty dikutip dari rilis yang diterima Suara.com
Selain itu, David Primo, yang juga seorang instruktur zumba, mengungkapkan bahwa kelas paginya yang diadakan dua kali seminggu secara regular memiliki sekitar 12 anggota lansia di usia rata-rata 50 tahun, dimana sering kali setelah kelas atau pada akhir pekan, mereka makan bersama mengikuti saran diet sehat yang diberikan oleh instruktur.
“Tujuan kelas zumba gold adalah agar mereka tetap sehat tetapi juga merasa terhibur dan menikmati kelas. Bagi para lansia, kelas ini merupakan kesempatan bagus untuk bersantai, bersosialisasi, dan bertemu dengan teman-teman seusianya,” ungkap David Primo.
Baca Juga: Wiranto Sebut Perusak Atribut Demokrat Oknum Kader PDI Perjuangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia