Suara.com - Lebih dari 60 persen perempuan berpikir bahwa kanker payudara adalah risiko kesehatan terbesar yang mereka hadapi. Padahal faktanya, penyakit jantung enam kali lebih mematikan bagi perempuan daripada kanker payudara. Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan di Amerika Serikat.
Sayangnya, tak semua perempuan memahami penyakit jantung dengan benar. Selain risiko dan gejalanya yang berbeda dari lelaki, penyakit jantung pada perempuan juga lebih sulit dideteksi. Dilansir dari laman Health Grades, hampir dua pertiga perempuan yang meninggal tiba-tiba karena serangan jantung tidak mengalami gejala sebelumnya. Itu sebabnya penting bagi perempuan untuk lebih memahami bagaimana penyakit jantung memengaruhi mereka dan menghindari kesalahan yang umum dilakukan seputar kesehatan jantung.
1. Meremehkan stres
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 82.000 perempuan menemukan fakta bahwa tingkat stres yang tinggi dan peristiwa-peristiwa yang membuat stres membuat perempuan 12 kali lebih mungkin terserang penyakit jantung. Stres memicu risiko kesehatan jantung seperti tekanan darah tinggi, makan makanan yang tidak sehat, merokok, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
Stres memang tak bisa dihindari. Tapi jika Anda mengalami stres tingkat tinggi dalam hidup Anda, cobalah untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan mencari cara untuk mengatasi stres dengan hal yang positif.
2. Merokok dan terpapar asap rokok
Anda pasti tahu kalau merokok dan paparan asap rokok berbahaya bagi jantung, serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini menjadi lebih berisiko ketika Anda berusia lebih dari 35 tahun. Berita baiknya adalah jika Anda berhenti merokok atau mengurangi paparan asap rokok, Anda dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 80 persen hanya dalam satu tahun.
3. Malas berolahraga
Jumlah minimum olahraga yang disarankan untuk menjaga kesehatan jantung Anda adalah 2,5 jam seminggu, dengan jenis olahraga intensitas sedang. Namun, banyak yang tak patuh pada aturan ini. Padahal, ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan olahraga ini, yang tujuannya menurunkan berat badan dan mengurangi lemak perut berbahaya yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung.
4. Mengabaikan tekanan darah, gula darah, dan angka kolesterol
Semua itu adalah faktor risiko yang dapat membuat Anda terhindar dari serangan jantung atau stroke yang tidak terduga. Diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi semuanya berkontribusi pada penyakit jantung, tetapi pemeriksaan cepat dengan dokter dapat memberikan informasi berharga untuk membantu Anda mengelola risiko ini.
Setiap kali pemeriksaan kesehatan tahunan, mintalah dokter untuk melakukan tes terhadap angka-angka ini, sehingga Anda dapat mengambil tindakan untuk mengendalikan setiap potensi masalah jantung.
5. Tidak mengetahui gejala serangan jantung untuk perempuan
Salah satu hal rumit tentang penyakit jantung bagi perempuan adalah gejalanya yang berbeda dari lelaki. Hampir 64 persen perempuan yang meninggal karena serangan jantung tidak memiliki indikator bahwa mereka berisiko. Kebanyakan perempuan tidak mengalami sakit dada akibat serangan jantung. Sebaliknya, mereka merasa sangat lelah, berkeringat, kehabisan nafas dan memiliki rasa sakit di leher dan bahu, sering disertai mual atau mulas. Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala ini, segera hubungi dokter.
Baca Juga: Heboh, Dispatch Ungkap Foto Kencan Kai EXO dan Jennie BLACKPINK
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat