Suara.com - Yoga saat masa kehamilan atau saat prenatal ternyata memiliki banyak manfaat lho.
Melansir dari livestrong, yoga saat hamil bisa memperkuat otot saat melahirkan, mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan meningkatkan kesehatan bayi. Ini juga bisa mempercepat pemulihan setelah melahirkan.
Menurut ulasan tahun 2015 di American Journal of Perinatology, wanita mendapat manfaat paling besar dari yoga prenatal.
Berikut ulasan lengkap manfaat yoga saat hamil.
1. Membangun kekuatan saat hamil dan persalinan
Tubuh yang kuat pasti lebih siap untuk menangani tekanan fisik saat hamil dan bersalin. Otot inti yang kuat membantu menopang tulang belakang dan punggung bagian bawah yang menahan berat bayi.
Otot-otot ini, termasuk otot dasar panggul, juga membantumu saat melahirkan. Ketika saatnya melahirkan, kamu dapat menggunakan teknik pernapasan untuk menenangkan dan memusatkan diri selama persalinan.
2. Tidur lebih nyenyak
Menurut American Pregnancy Association, 78 persen wanita hamil mengalami insomnia, yang mungkin termasuk kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, sulit tidur kembali dan tidak merasa segar setelah tidur.
Kurang tidur dapat memperburuk masa hamil dan kelahiran. Ini juga memiliki efek buruk seperti durasi persalinan yang lebih lama dan peningkatan kemungkinan kelahiran caesar. Latihan yoga yang teratur dapat membantumu mendapatkan tidur yang berkualitas.
3. Menurunkan tekanan darah
Saat hamil, banyak pikiran menghantui, misalnya pikiran tentang apakah kamu akan menjadi ibu yang baik, kesehatan bayi, saat melahirkan dan sebagainya.
Ini semua bisa saja membuatmu stres. Latihan yoga bisa membantu menenangkan pikiran yang sekaligus menurunkan tekanan darah. "Yoga juga bisa meningkatkan jumlah oksigen pada tubuh dan mengaktifkan respons relaksasi pada neurotransmiter," kata dokter kandungan bersertifikat Dr. Suzanne Gilberg-Lenz.
4. Berbagi dukungan serta keluh kesah bersama calon ibu lain
Mengikuti kelas yoga bersama para ibu hamil juga bisa menguntungkanmu. Meski kamu mendapat banyak dukungan dari teman dan keluarga, kamu mungkin merasa tidak ada orang yang memahami apa yang kamu rasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia