Suara.com - Sebuah studi baru-baru ini menyatakan, orang yang secara genetik terprogram menjadi early bird -- atau early riser, atau morning person (orang yang terbiasa bangun pagi, -red) -- memiliki risiko lebih rendah terhadap skizofrenia atau depresi.
Selain itu, morning person biasanya memiliki kesehatan mental yang lebih bagus. "Kami menunjukkan bahwa morning person memiliki kesehatan mental yang lebih bagus," ungkap tim peneliti internasional dalam laporannya, Rabu (30/1/2019), di Nature Communications, dikutip HiMedik dari ABC News.
Kebiasaan bangun lebih awal atau lebih siang dikendalikan oleh jam biologis Anda. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ritme sirkadian Anda ini bisa memengaruhi penyakit.
"Orang-orang telah mempelajari ritme sirkadian dalam konteks gangguan kejiwaan selama beberapa tahun, dengan mencari satu gen pada satu waktu untuk segera mendapat pengetahuan tentang itu," kata rekan penulis studi ini, Enda Byrne, dari Queensland University.
Di samping gen yang berkaitan dengan pengaturan ritme sirkadian dan insulin, terdapat pula gen yang berkaitan dengan sel retina di mata. Gen tersebut mengambil sinyal cahaya dan mengirimnya ke otak.
"Bukan berarti orang yang selalu bangun pagi itu tidur lebih cepat dan lebih lama," ucap Byrne.
Menurut laporan studi ini, terdapat korelasi kecil, tetapi signifikan secara statistik antara varian genetik yang membuat seseorang lebih cenderung menjadi night owl alias tukang begadang dan peningkatan risiko pada kesehatan mentalnya.
"Misalnya, bisa saja tukang begadang terpaksa bangun pagi dan membuat ritme alami tubuhnya terganggu, entah karena pekerjaan, anak-anak, atau pengaruh lingkungan lainnya," ujar Byrne. "Kombinasi antara kecenderungan genetik dengan faktor-faktor lingkungan sering menjadi penyebab gejala depresi."
Sementara itu, menurut Ian Hickie, dari Brain and Mind Centre di University of Sydney, studi genetik ini mendukung pokok pikiran para psikiater selama ini, yakni bahwa mood disorders atau gangguan suasana hati berkaitan dengan ritme sirkadian, bukan gangguan tidur.
Baca Juga: Dokter Sarankan Jangan Percaya Fitur Kesehatan di Smartwatch, Kok Bisa?
"Ini bukan karena tidurnya, tapi jam tubuhnya," ujar Hickie, yang juga terlibat dalam studi ini. Hickie mengatakan, gen early birds memiliki jam tubuh yang cocok dengan rutinitas pada pukul 9 pagi hingga 5 sore, tapi tidak dengan tukang begadang.
Hickie juga mengungkapkan, menjadi night owl bukan berarti Anda memiliki motivasi yang buruk. "Ada gagasan yang menyebut bahwa orang-orang yang selalu bangun pagi itu bagus, pekerja keras, tetapi sebenarnya mereka memang diatur secara genetik seperti itu," jelas Hickie.
Maka dari itu, Hickie mengimbau orang-orang dengan gen sebagai tukang begadang sebaiknya waspada karena jam tubuhnya bisa dengan mudah menjadi kacau. Hal ini pun bisa meningkatkan kerentanan terhadap penyakit mental.
Hickie menyebutkan, temuan ini dapat dipakai untuk menciptakan perawatan yang lebih efektif untuk kesehatan mental terkait gangguan tidur, dengan menggunakan, misalnya, cahaya, olahraga, dan obat-obatan berbasis melatonin daripada yang berbasis serotonin.
(HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi