2. Kualitas dan kuantitas sperma
Dokter biasanya tidak dapat mengidentifikasi apa khususnya yang menyebabkan sebagian besar penyimpangan produksi sperma (yang disebut sebagai infertilitas dari sisi lelaki).
“Risiko keluarga, ketika kita berhadapan dengan faktor lelaki yang ringan atau bahkan sedang, kemungkinan kecil,” kata Shaun Williams, seorang ahli endokrinologi reproduksi bersertifikat di RMA of Connecticut.
Sebagian besar ahli sepakat bahwa sebagian besar masalah sperma disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Ada beberapa kelainan genetik yang parah pada lelaki yang dapat menyebabkan jumlah sperma sangat rendah atau kurangnya produksi sperma. Kelainan genetik ini bisa diturunkan.
Namun, seringkali, kelainan sperma yang parah ini menyebabkan infertilitas absolut dan, oleh karena itu, tidak akan diturunkan ke generasi mendatang hanya dengan hubungan seksual saja.
3. Endometriosis dan fibroid
Di AS, sekitar 1 dari 10 perempuan hidup dengan endometriosis, suatu kondisi peradangan yang menyakitkan di mana lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Di antara mereka yang menderita endometriosis, 30 hingga 50 persen biasanya berjuang dengan infertilitas.
Tidak ada jawaban yang pasti untuk seberapa banyak endometriosis adalah hasil dari genetika Anda. Sebaliknya, kondisi ini dianggap multifaktorial, artinya ada faktor-faktor lingkungan, warisan dan didapat dari yang berperan.
“Mungkin ada beberapa gen yang terlibat, jadi sulit bagi kami untuk mengidentifikasi penyebab genetik tertentu. Secara umum, ada peningkatan risiko jika Anda memiliki anggota keluarga tingkat pertama dengan endometriosis," kata William.
Baca Juga: Kocak, Begini Gaya Personel Mamamoo Ngomong Bahasa Indonesia
SELANJUTNYA
Berita Terkait
-
Khusus Lelaki, Makan Buah Tomat Bagus untuk Sperma Lho!
-
5 Ciri Fisik Lelaki yang Punya Masalah Kesuburan, Adakah di Kamu?
-
Mau Cepat Hamil? 5 Olahraga Ini Mampu Meningkatkan Kesuburan
-
Bisa Dicegah, Anak Stunting Bukan karena Faktor Genetk Lho Bun!
-
Makan Telur Ayam Kampung Bisa Bikin Lelaki Subur, Benarkah?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem