Suara.com - Ingin Panjang Umur, Perbanyak Konsumsi Makanan-makanan Ini Ya!
Hidup hingga 100 tahun mungkin tak banyak yang bisa melewatinya. Namun Jason Fung, seorang nephrologist di Toronto, Kanada, mengatakan hal itu mungkin saja terjadi jika Anda tahu resepnya.
Dikutip dari NY Post, menurutnya kunci hidup panjang umur dan sehat adalah dengan mengganti sebagian besar menu makanan olahan ke makanan yang lebih sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan kacang-kacangan.
"Kebanyakan orang berpikir bahwa makan banyak protein adalah hal yang baik. Tapi tubuh itu seperti mesin, Anda tidak bisa bekerja dengan kecepatan penuh dan bertahan lama jika asupannya tidak dijaga," ujar Fung.
Ia melihat, populasi yang menjalani diet rendah protein cenderung lebih sehat dan hidup lebih lama. Di Okinawa Jepang misalnya, orang yang bisa hidup hingga 100 tahun mengonsumsi 90 persen kalori harian dari jenis ubi jalar tertentu.
Nah, Fung pun menyarankan Anda untuk mengganti menu daging, keju dan telur ke sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, sayuran dan tak lupa empat jenis makanan dan minuman berikut.
1. Teh hijau
Fung menjelaskan, ada senyawa dalam teh yang diyakini dapat menekan nafsu makan dan sedikit meningkatkan metabolisme.
Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman itu dapat membantu menangkal kanker. Minuman tersebut adalah teh hijau yang diseduh tanpa gula atau susu.
Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Ditangkap Polisi, Dilaporkan Sering Pesta Sabu
Untuk meningkatkan manfaatnya, Anda dapat membuat seduhan dingin daun teh seperti halnya membuat es kopi. Panas yang digunakan untuk membuat secangkir teh tradisional dapat mengurangi beberapa manfaat kesehatan teh hijau.
2. Magnesium
"Magnesium adalah mineral yang hilang dalam makanan kita, karena ia diproses dari sebagian besar makanan olahan," kata Fung.
Padahal magnesium memainkan peran besar dalam menjaga tubuh tetap sehat dengan memengaruhi arteri, tekanan darah, dan tingkat metabolisme basal tubuh.
Memiliki terlalu sedikit mineral ini dapat menyebabkan metabolisme melambat. Dia menyarankan Anda untuk mengisi makanan kaya magnesium, seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau.
3. Red Wine
Berita Terkait
-
Jajal 3 Resep Skincare dari Kentang, Bisa Atasi Jerawat hingga Komedo
-
Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan, Asma Hingga Cacat Janin
-
Perlu Diwaspadai, Ini Bahaya Minum Soda Secara Rutin
-
Lidah Geografis hingga Berbulu Hitam, 5 Masalah Mulut yang Jarang Diketahui
-
Ini Alasan Pentingnya Lakukan Cek Kesehatan Meski Tak Sedang Sakit
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik