Suara.com - Peduli Kesehatan Mental, Perusahaan Beri Cuti Bagi Karyawan yang Bad Mood
Bad mood bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, tak terkecuali di pagi hari sebelum berangkat kerja. Alhasil, bad mood bisa membuat produktivitas berkurang, dan membuat suasana kantor tidak nyaman.
Nah, sebuah perusahaan di China memiliki cara unik untuk mengampanyekan peduli kesehatan mental para pekerjanya.
Dilansir Himedik dari Worldofbuzz, karyawan hanya perlu memberi tahu atasan bahwa mereka bad mood atau sedang dalam suasana hati yang buruk dan mereka akan diizinkan untuk mengambil cuti hari itu.
Hebatnya lagi, mereka juga tidak diwajibkan untuk memberikan alasan panjang lebar.
Perusahaan Taman Dinosaurus China telah menetapkan satu hari libur per bulan untuk semua karyawan agar mereka dapat bersantai dan kembali bekerja dengan semangat tinggi.
Chen, pemimpin perusahaan tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar waktu karyawan dihabiskan untuk berurusan dengan para pelanggan di taman.
Ia percaya hal ini bisa memengaruhi mereka secara negatif. Jadi ada kebijakan cuti untuk menunjukkan bahwa perusahaan peduli pada pekerjaannya dan mencintai karyawannya.
Awalnya, para pekerja hanya diizinkan untuk mengambil istirahat pendek setiap hari untuk menenangkan diri mereka.
Baca Juga: Politisi PDIP Duga Cuitan Kontroversial Andi Arief karena Nyabu
Tetapi perusahaan kemudian memutuskan untuk memberi mereka cuti satu hari per bulan untuk menghilangkan stres.
Menurutnya, karyawan yang bahagia pasti akan berkontribusi lebih banyak kepada perusahaan.
Bagaimana menurut Anda, perlukah kebijakan cuti karena bad mood diberlakukan di perusahaan di Indonesia? (Himedik/Yuliana Sere)
Tag
Berita Terkait
-
Lagi Bad Mood, Karyawan Perusahaan Ini Bisa Langsung Cuti
-
Karyawan Restoran Kompak Mengundurkan Diri, Alasannya Bikin Mengelus Dada
-
Depresi Foto Bugilnya Dijual di Medsos, Gadis Ini Bunuh Diri
-
Audiensi dengan KPU, FUI Persoalkan Pemilih Tunagrahita
-
Depresi dan Kelelahan Berjalan Beriringan, Ini Penjelasan Sains
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi