Suara.com - Audiensi dengan KPU, FUI Persoalkan Pemilih Tunagrahita.
Forum Umat Islam (FUI) persoalkan aturan mengenai hak pilih bagi pemilih tunagrahita atau pemilik keterbelakangan mental. Pemilih dengan kondisi tersebut dianggap tidak sesuai dengan syarat pemilih, yaitu sehat jasmani dan rohani.
Hal tersebut dianggap berpotensi disalahgunakan oleh salah satu kubu Pasangan Calon (Paslon) Presiden. Dalam audiensi dengan perwakilan FUI di kantor KPU Jumat (01/03/2019), dikatakan jika ada pemilih tunagrahita seharusnya ada juga Calon Legislatif (Caleg) atau Calon Presiden (Capres) tunagrahita.
"Ini aneh sekali, kan orang tunagrahita ini tidak sehat secara jasmani maupun rohani. Kalau begitu sekalian saja ada Caleg sama Capres tunagrahita," ujar M Al-Khaththath di saat audiensi di sela aksi Apel Siaga Umat Jumat, (01/03/2019).
Menanggapi hal ini, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengaku hanya menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan teraebut mengatakan penyandang disabilitas mental atau tunagrahita mempunyai hak yang sama dengan pemilih lainnya untuk menyumbangkan suara dalam Pemilu.
"Nah untuk hak pilih bagi tunagrahita kita hanya menjalankan putusan MK Nomor 135/PUU-XIII/2015," kata Wahyu.
Audiensi yang berlangsung di sela aksi Apel Siaga Umat ini hanya dihadiri Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan didampingi Sekjen KPU, Arif Rahman Hakim beserta staffnya. Bahkan, Wahyu baru hadir di ruangan setelah audiensi sudah berjalan 45 menit.
Setelah Wahyu datang, audiensi tetap berlanjut dengan menjawab sebagian dari beberapa pertanyaan dari perwakilan FUI. Wahyu juga mengagendakan pertemuan selanjutnya pada hari Rabu (06/02/2019).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?