Suara.com - Jari Teriris Kulit Udang, Perempuan Meninggal karena Syok Septik
Seorang perempuan di China meninggal setelah mengalami syok septik. Penyebabnya, jari perempuan tersebut teriris kulit udang saat menyiapkan masakan.
Dikutip Himedik dari Apple Daily, jari kanan perempuan berusia 60 tahun itu tergores kulit udang ketika dia sedang membersihkannya. Karena merasa lukanya tak begitu sakit, perempuan asal Guannan, Jiangsu tersebut mengabaikannya.
Namun, keesokan harinya, jari yang terluka tadi bengkak dan nyeri, tetapi ia tetap tidak melakukan apa-apa. Kemudian pada hari kedua, perempuan itu menderita demam, dan tubuh bagian bawahnya mulai membengkak juga.
Saat itulah keluarga memutuskan untuk mengirimnya ke rumah sakit. Di rumah sakit, perempuan itu ternyata didiagnosis sudah menderita syok septik dan organnya gagal berfungsi.
Para dokter mencoba menyelamatkan perempuan itu, tetapi sayangnya, setelah 10 hari di rumah sakit, perempuan itu meninggal.
Dokter menduga pasien terinfeksi Vibrio vulnificus, bakteri langka tetapi sangat mematikan.
Bakteri berbahaya ini ditemukan di lingkungan laut dan dapat dipindahkan melalui memakan kerang mentah atau kurang matang serta kulit yang terluka yang terpapar bakteri.
Perempuan itu juga menderita penyakit hati, yang memperburuk infeksinya dan membuatnya lebih rentan terhadap bakteri.
Baca Juga: Muluskan Transaksi Suap, Taufik Kurniawan Pesan 3 Kamar Hotel
Dilaporkan bahwa ketika infeksi memburuk menjadi septikemia, angka kematian meningkat menjadi 50%. Mayoritas orang yang terinfeksi bakteri itu meninggal dalam 48 jam setelahnya. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)
Berita Terkait
-
Nyaris Mati karena Infeksi Langka, Buddy Rela Kehilangan Tangan dan Kaki
-
Penting, 5 Langkah Tepat Membersihkan Luka agar Tidak Infeksi
-
Cotton Bud Tersangkut di Telinga, Pria Ini Pingsan dan Kejang-kejang
-
Ini Hubungan Frekuensi Mandi dengan Risiko Infeksi Kuman
-
Alasan Kebiasaan Menggigit Kuku Berbahaya Bagi Kesehatan
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien