Suara.com - Makan Dua Buah Pisang Setiap Hari, Ini Deretan Manfaat yang Didapat
Mudah ditemukan dan memiliki harga murah, buah pisang juga kaya kandungan gizi lho.
Dilansir Himedik dari fitnessandpower.com pisang adalah buah yang mengandung sukrosa dan fruktosa gula alami yang memberikan cita rasa manis.
Selain itu, pisang juga memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan serat yang sangat baik untuk melengkapi nutrisi makanan kita di siang hari.
Adapun vitamin yang terkandung dalam pisang yakni vitamin B6, vitamin C dan kalium yang selalu dibutuhkan oleh tubuh manusia setiap harinya. Rata-rata pisang diketahui mengandung kalium sebanyak 467 miligram dan natrium 1 miligram.
Kandungan tersebut dapat bermanfaat untuk melindungi aterosklerosis. Di sisi lain, kalium pada pisang juga membantu meningkatkan kesehatan tulang dengan mengurangi jumlah kalsium yang keluar melalui cairan urine dan mencegah penipisan tulang.
Karena itu, mengonsumsi 2 pisang setiap hari secara rutin bisa memberikan banyak manfaat pada tubuh, di antaranya:
1. Menjaga kesehatan usus
2. Menurunkan berat badan
Baca Juga: Ayah Jual Pisang di Jalanan, Butuh Rp 433 Juta Obati Sakit Langka Sang Bayi
3. Mengontrol tekanan darah
4. Melindungi kesehatan mata
Sama seperti buah lainnya, kandungan gizi antara pisang mentah dan pisang matang pun berbeda. Dalam hal ini, pisang yang matang dengan kulit berwarna kuning gelap memiliki kadar anti-oksidan tinggi yang berguna melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular dan berbagai jenis kanker mematikan.
Berdasarkan penelitian di Jepang, pisang matang yang penuh dengan bercak hitam di kulitnya menghasilkan lebih banyak Tumor Necrosis Factor (TNF), yakni sitokin yang melawan sel-sel tumor abnormal dalam tubuh dan merangsang produksi sel darah putih.
Sehingga, semakin baik kualitas pisang yang dikonsumsi maka semakin bagus pula manfaatnya untuk meningkatkan imunitas dan anti kanker. Bahkan pisang dengan bintik-bintik atau bercak hitam di kulitnya dinilai 8 kali lebih efektif meningkatkan sel darah putih daripada pisang hijau.
Penelitian ini dibuktikan dengan hasil pisang dengan bintik hitam berhasil mencegah tumbuh dan menyebarnya sel tumor dalam tubuh. Jadi, jangan membuang pisang yang berbintik hitam karena itulah tanda pisang memiliki lebih banyak manfaat ajaib bagi tubuh. (Himedik/Shevinna Putti Anggraeni)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026