Suara.com - Awas, Vertigo bisa Jadi Gejala Awal Stroke.
Penderita vertigo umumnya akan mengalami kesulitan beraktivitas karena merasakan sakit kepala luar biasa seperti di sekelilingnya tampak berputar. Tapi kini Anda harus mewaspadai kondisi vertigo karena ternyata bisa jadi gejala awal dari stroke.
Disampaikan dr. Marthin Tori Sp.S dari Siloam Hospitals Palangkaraya, mengatakan sebagian kecil dari kasus vertigo bisa disebabkan adanya gangguan pada aliran darah yang menjadi pemicu stroke. Itu sebabnya bagi masyarakat yang mengalami vertigo harus mengonsultasikan dirinya lebih lanjut karena dikhawatirkan mengarah pada stroke.
"Secara umum vertigo terbagi dua jenis namun yang bisa berpotensi menyebabkan stroke adalah gangguan syaraf di central otak. Karena menghambat jalannya aliran yang menuju ke otak, gejalanya adalah hilangnya keseimbangan," ujar dr Marthin dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Minggu (7/4/2019).
Marthin menambahkan, pola hidup sehat amatlah penting untuk menjaga berbagai macam penyakit yang timbul, salah satunya adalah stroke. Kondisi stroke sendiri dapat timbul karena pola hidup yang kurang terjaga seperti kurangnya berolahraga secara rutin dan akibat dari pola makan yang tidak sehat dan kurangnya asupan gizi.
"Definisi dari stroke menurut WHO adalah kumpulan gejala yang muncul secara mendadak karena gangguan fungsi otak yang penyebabnya berasal dari pembuluh darah yang berlangsung lebih dari 24 jam," imbuhnya.
Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia di tahun 2015 dengan peringkat dua setelah penyakit jantung. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia tahun 2014 sebesar 21,1 persen.
Marthin menjelaskan bahwa jenis stroke terbagi dua yaitu stroke Iskemik (stroke sumbatan) yang merupakan stroke yang sering terjadi karena pembekuan darah menuju otak. Dan kedua stroke Hemoragik (stroke berdarah) yang merupakan pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan yang sering terjadi karena hipertensi.
Direktur Siloam Hospitals Palangka Raya (SHPR) dr. Nicolaas Frits Turangan, M.M. mengatakan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas baik guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang bertujuan untuk memajukan kesehatan masyarakat setempat.
Baca Juga: Video Jennifer Dunn saat Umrah Tersebar, Banjir Doa dan Pujian
"Beberapa bentuk penanganan stroke di SHPR berupa obat proteksi fungsi otak, vitamin saraf, fisioterapi, dan penanganan serangan akut stroke sumbatan dengan menggunakan pengencer darah (trombolisis). SHPR juga memiliki tim kegawatan medis yang memberikan respon cepat penanganan kegawatan sejak pasien datang atau sejak ada panggilan ambulance yang siap selama 24 jam," tandasnya.
Sepele tapi gejala stroke harus diperhatikan dan ditangani, apabila Anda mengalami vertigo segera periksakan untuk penyakit yang mungkin menyertainya, dan bentuk proteksi terhadap fungsi otak tentunya..
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya