Suara.com - Bahan Kimia Tabir Surya Ternyata Bisa Masuk ke Pembuluh Darah.
Penggunaan tabir surya belakangan sangat dianjurkan demi mencegah risiko kanker kulit. Apalagi di negara tropis seperti Indonesia, pancaran sinar matahari pada jam-jam tertentu mengandung sinar ultraviolet yang dapat membuat kulit terbakar hingga memicu kanker kulit.
Namun baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA menemukan bahwa bahan kimia dalam tabir surya tak hanya dapat meresap ke kulit tapi juga pembuluh darah pada tingkat yang melebihi ambang batas.
Meski demikian, bukan berarti bahan aktif salam tabir surya tidak aman. Robert Califf salah satu penulis editorial penelitian ini mengatakan temuan ini harus membuat industri berpikir ulang untuk mencari alternatif zat aktif yang lebih aman.
“Temuan penelitian ini menimbulkan banyak pertanyaan penting tentang tabir surya dan proses di mana industri tabir surya, dokter, organisasi khusus, dan badan pengawas mengevaluasi manfaat dan risiko dari krim topikal ini,” ujar peneliti seperti mengutip Nypost.
Untuk mengarah pada temuan ini, peneliti meminta 24 responsden untuk menerapkan salah satu dari empat jenis tabir surya yang berupa spray, lotion dan krim, empat kali sehari selama seminggu ke daerah kulit yang tidak tertutupi baju renang.
Kemudian peneliti mengukur konsentrasi empat bahan aktif berbeda yang biasa digunakan dalam tabir surya, antara lain avobenzone, oxybenzone, octocrylene dan ecamsule dalam darah responden.
FDA atau departemen kesehatan di Amerika sendiri merekomendasikan agar penyerapan darah dari salah satu bahan aktif di tabir surya tidak melebihi 0,5 nanogram per mililter (ng / mL).
Namun peneliti menemukan bahwa tingkat keempat bahan kimia dalam aliran darah peserta jauh melebihi dari ambang batas tersebut selama satu hari, bahkan tiga bahan aktif ada yang bertahan di aliran darah selama tujuh hari.
Baca Juga: Tentara Rusia Ini Jadi Pemenang Kontes Kecantikan, Lihat Pesonanya
Bahkan zat aktif Oxybenzone mencapai ambang batas dalam dua jam hanya dengan satu kali pengaplikasian. Pada hari ke tujuh pemakaian, konsentrasinya meningkat hingga di atas 20 ng / mL. Bahan kimia itu juga diketahui beracun bagi terumbu karang, yang mendorong Hawaii untuk melarang pengunjung pantai memakai tabir surya berlebihan tahun lalu.
“Produsen tabir surya harus menunjukkan melalui penelitian empiris pada manusia bahwa manfaatnya lebih besar daripada risiko untuk penggunaan produk yang dimaksudkan dalam populasi tertentu. Apakah tabir surya memenuhi persyaratan keselamatan dan efektivitas saat ini? tanya para peneliti.
Namun, Akademi Dermatologi Amerika bersikeras mengatakan, penting untuk terus menggunakan tabir surya. Menurut mereka, bahan-bahan aktif tabir surya ini telah digunakan selama beberapa dekade dan belum ada laporan mengenai efek sampingnya.
“Kanker kulit adalah kanker paling umum di Amerika Serikat, dan dokter kulit melihat dampaknya pada kehidupan pasien setiap hari. Paparan sinar ultraviolet matahari yang tidak dilindungi adalah faktor risiko utama kanker kulit. Itu sebabnya menggunakan tabir surya adalah keharusan ketika berada di luar ruangan," ujar Presiden Akademi Dermatologi Amerika, George J. Hruza.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya