Suara.com - Usai melahirkan, pasangan suami istri umumnya akan direpotkan dengan penguruaan akta kelahiran bayi, kartu identitas anak, hingga kartu keluarga. Hal ini tidak akan Anda dapatkan ketika menjalani proses persalinan di RS Pelni.
Baru-baru ini, RS Pelni menyelenggarakan penandatanganan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota DKI Jakarta, dalam layanan baru yang diciptakan oleh RS Pelni untuk pasien ibu yang melahirkan di rumah sakit Pelni.
Disampaikan Direktur Utama PT. Rumah Sakit Pelni Dr. dr Fathema Djan Rachmat SpB.SpBTKV(K).MPH, inovasi layanan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi keluarga yang baru saja menyambut kehadiran buah hati di RS Pelni. Di mana pada layanan ini memungkinkan bayi mendapatkan akta kelahiran, KIA, hingga kartu keluarga saat akan keluar dari Rumah Sakit Pelni.
"Bagi orangtua yang ingin menikmati layanan baru Rumah Sakit PELNI ini harus menyiapkan beberapa persyaratan, di antaranya fotocopy KTP orangtua (domisili DKI Jakarta), siapkan nama bayi, fotocopy KTP 2 saksi keluarga, fotocopy kartu keluarga, dan fotocopy surat nikah lengkap.
"Dengan mempersiapkan persyaratan tersebut, orangtua dan bayi akan mendapatkan kelengkapan administrasi berupa NIK Bayi, Kartu Keluarga baru, Akta Kelahiran, Kartu BPJS Bayi (khusus orangtua yang memiliki BPJS PBI) serta Kartu Identitas Anak," ujar dr. Fathema dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Kamis (9/5/2019).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas dan Pencatatan Sipil Kota DKI Jakarta Dhany Sukma, S.Sos, M.AP. menyampaikan apresiasinya kepada RS Pelni yang terus berkembang, melalui inovasi-inovasi yang terus diciptakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Indonesia.
"RS Pelni merupakan rumah sakit swasta pertama yang bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil dalam layanan pemberian Akta Kelahiran dan administrasi lainnya untuk warga DKI Jakarta. Ini merupakan wujud peningkatan pelayanan terhadap warga DKI Jakarta, sehingga dapat merespon kebutuhan keluarga yang baru saja menyambut kelahiran bayinya," ujar Dhany.
Inovasi ini, kata Dhany, dapat memangkas proses pembuatan akte yang biasanya dilakukan oleh keluarga sendiri ke kelurahan/dukcapil, karena kini mereka bisa dapatkan saat keluar dari Rumah Sakit Pelni yang tentunya memberikan kemudahan bagi orangtua ataupun keluarga.
"Semoga hal ini dapat dicontoh oleh berbagai pihak seperti puskesmas-puskemas yang ada di DKI Jakarta," tandasnya.
Baca Juga: 'Allah' Jadi Nama Bayi Ini, Pemerintah Ogah Beri Akta Kelahiran
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak