Suara.com - Bisa Dicoba, Tips Peregangan Ringan Agar Tubuh Tak Pegal Saat Mudik
Meski musim mudik masih hitungan minggu lagi, Anda bisa mempersiapkannya dari sekarang, termasuk mengetahui pentingnya peregangan saat mudik.
Ya, disampaikan drg Kartini Rustandi, M.Kes selaku Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, peregangan harus dilakukan di sela-sela perjalanan mudik jarak jauh agar badan tidak kaku dan pegal.
"Menggerakkan tubuh itu tujuannya membuat tidak kaku. Mudik pakai mobil berjam-jam posisinya sama terus harus diperbaiki dengan posisi yang benar. Bisa dengam meregangkan tangan, kaki, pinggang," ujar drg Kartini dalam temu media baru-baru ini.
Ia pun mencontohkan beberapa gerakan peregangan yang bisa Anda lakukan di dalam mobil. Pertama dengan menggerakkan kepala ke kanan dan kiri selama beberapa kali. Kemudian lanjut dengan meregangkan tangan ke arah kanan dan kiri dalam beberapa kali.
Nah ketika mobil berhenti di rest area, Anda bisa membuka pintu mobil dan melakukan peregangan di bagian kaki dengan meluruskan dan menaikkan kaki beberapa kali.
Anda juga bisa berdiri ketika sesampainya di rest area dan memutar tubuh ke bagian belakang beberapa kali.
"Kalau mobil berhenti di rest area bisa push up di dinding mobil sambil berdiri. Jadi walau perjalanan mudik bukan halangan untuk menggerakkan tubuh. Apalagi kalau mengejar waktu tubuh kaku meresponnya kaku jadi lelah lebih terasa," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Perlu Cemas, Ini 5 Tips Mudik Aman Lebaran Bersama Anak
Drg Kartini pun mengimbau agar pemudik rileks selama perjalanan menuju kampung halaman. Kurangi pula hal-hal yang memicu keributan antar anggota keluarga dalam satu kendaraan agar perjalanan mudik nyaman dan tidak terasa lelah.
"Perjalanan jauh, tubuh harus dibuat rileks. Kita harus menahan diri dari keributan atau pertengkaran, perjalanan harus nyaman. Jangan ada misuh-misuh nanti tidak nyaman jadi lebih capek. Positive thinking perlu. Harus happy saat mudik," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia