Suara.com - Hati termasuk organ vital pada tubuh manusia yang berfungsi menawarkan dan menetralisir racun. Hati bertanggung jawab untuk memecah lemak menjadi energi bagi tubuh.
Organ vital ini juga memegang peranan penting dalam mengatur gula darah. Karena itu, jika hati tidak berfungsi dengan baik maka bisa saja terjadi sesuatu yang serius.
Apalagi jika kita tidak memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bisa saja makanan dan minuman harian kita itulah penyebab kerusakan hati seiring berjalannya waktu.
Selain itu, hati yang berfungsi menampung zat berancun dalam tubuh juga memerlukan pembersihan atau detoksifikasi secara rutin agar tidak memicu penyakit serius.
Melansir dari foodprevent.com, kita bisa melakukan pembersihan dan mendetoksifikasi hati dengan minum air rendaman kismis.
Kismis yang biasa digunakan sebagai topping kue ini kaya kandungan serat dan antioksidan seperti bioflavonoid serta vitamin C yang berfungsi menjaga pencernaan, membersihkan racun dalam tubuh dan melindungi dari radikal bebas.
Menurut informasi yang diterbitkan Universitas Barkley (Barkley Wellness), kismis mengandung 3 kali lebih banyak antioksidan dibandingkan anggur merah dan hijau.
Padahal anggur termasuk buah-buahan yang kaya antioksidan tetapi terkalahkan dengan kismis. Hal ini karena kismis termasuk buah-buahan yang dikeringkan dan sudah pasti senyawanya sangat terkonsentrasi.
Para ahli pun menemukan bahwa minum air rendaman kismis juga memiliki banyak manfaat. Kita kita merendam kismis ke dalam air, nutrisinya akan berbentuk cair dan memungkinkan tubuh menyerapnya lebih cepat.
Baca Juga: Kismis, Si Manis yang Ampuh Tingkatkan Libido Hingga Cegah Kanker
Minum air rendaman kismis mampu membersihkan hati ketika bergerak melalui sistem pencernaan karena mengandung banyak serat dengan antioksidan yang bertugas membersihkan racun dalam tubuh.
Cara membuat air rendaman kismis
Bersihkan 150 gram kismis menggunakan saringan. Kemudian masukkan kismis ke dalam air dengan takaran 2 gelas.
Lalu rebus air rendaman kismis selama 20 menit. Jika sudah selesai, diamkan kismis terendam dalam air tersebut semalaman.
Selanjutnya kita bisa meminumnya di pagi hari ketika perut kosong. Cara lainnya, kita juga bisa mengonsumsi kismis ini sebagai campuran oatmeal.
Lakukan metode pembersihan hati menggunakan air rendaman kismis ini atau cara lainnya secara rutin agar tubuh bersih dari racun.
Berita Terkait
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis
-
Review Jujur dari Buku Hati yang Kuat: Merawat Hati di Tengah Amukan Badai
-
Jatuh Cinta Lagi oleh Nadhif, Teror Manis bagi Hati Saya yang Belum Sembuh
-
Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh