Suara.com - Bayi Belajar Makan, Namun Jangan Asal Berikan Makanan saat Lebaran.
Banyak sajian kuliner Lebaran membuat Anda ingin mengenalkan menu pada anak, namun awas jangan asal beri karena bayi bisa tersedak.
Memberi makan bayi harus hati-hati. Jika salah, bayi bisa tersedak, alergi, kurang gizi, dan risiko lainnya yang dapat merugikan, kesehatan, perkembangan, dan pertumbuhan bayi.
Memberi makan bayi untuk pertama kalinya butuh perhatian khusus. Pada saat ini, bayi baru saja kenal dengan makanan padat yang biasa dimakan orang dewasa, bukan sebatas ASI saja.
Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu, terlebih jika bayi sedang sulit menerima makanan. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa sih? Berikut rangkumanya dilansir Hello Sehat.
Makanan padat bayi usia 6 bulan
Makanan padat untuk bayi diberikan secara bertahap mulai dari makanan bertekstur lunak sampai keras seperti makanan orang dewasa. Hal ini menyesuaikan dengan perkembangan gigi dan usus bayi.
Pada usia 6 bulan, makanan utama bayi masih ASI dan makanan padat hanya sebagai pendamping. Pada saat ini, kandungan gizi pada ASI sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi bayi, oleh karena itu Anda perlu memberikan makanan lain selain ASI. Namun, ASI masih menjadi sumber nutrisi penting pada usia ini.
Makanan pendamping ASI yang bisa diberikan ibu pada bayi usia 6 bulan seperti sereal atau bubur bayi. Anda bisa mencampur sereal atau bubur dengan ASI sebagai pelarutnya. Pada saat ini, bayi baru bisa makan makanan lunak karena bayi baru belajar mengunyah dan menelan makanan.
Baca Juga: Berburu Oleh-Oleh Moaci Semarang Yang Wangi Bertabur Wijen
Setelah gigi bayi muncul atau sekitar usia 8 bulan, saat bayi sudah bisa makan makanan lunak, Anda bisa coba memberikan bayi makan makanan yang bertekstur lebih padat atau keras, seperti wortel kukus, daging suwir, ayam suwir, labu, kentang, pepaya, biskuit bayi, dan lainnya.
Makanan yang tidak boleh diberikan ke bayi.
Selain tekstur makanan yang harus diperhatikan, jenis makanan pun harus diperhatikan. Ya, tidak semua makanan bisa diterima oleh bayi karena bayi tidak sama dengan orang dewasa.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang baru belajar makan atau bayi usia 6 bulan:
1. Makanan yang bisa menyebabkan tersedak
Sebaiknya tidak memberikan bayi makanan utuh atau bertekstur keras yang dapat menyebabkan tersedak. Contohnya, seperti anggur utuh, bakso bulat yang tidak dipotong, potongan apel yang besar, dan sebagainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa