Suara.com - Suami Dewi Perssik, Angga Wijaya, mengatakan sang istri sudah mau mengikhlaskan kepergian ayahnya, Mochammad Aidil.
Seperti yang dikabarkan, ayah Dewi Perssik meninggal dunia pada Minggu (9/6/2019) ini, pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan. Memang beberapa waktu ini ayah Depe dirawat di rumah sakit akibat menderita komplikasi diabetes, penyakit ginjal dan paru-paru.
Keluarga besar Dewi Perssik pun sudah berkumpul di rumah sakit, tempat jenazah disemayamkan untuk sementara waktu.
"Sebagian keluarga sudah di sini, semua (anak-anak almarhum) ada di sini," ujar Angga saat ditemui tim Suara.com di rumah sakit.
Nantinya, jenazah akan langsung diberangkatkan ke bandara untuk dimakamkan di Jember. Namun, belum dapat dipastikan kapan tepatnya karena belum selesai dengan administrasi rumah sakit.
"Dari sini langsung ke bandara. Belum tahu gimananya, masih tunggu kepastian dokternya bisa keluar dari rumah sakitnya jam berapa," tukasnya.
Kepergian sang ayah tentu menjadi duka mendalam bagi Dewi Perssik, mengingat sang pedangdut kondang ini sangat dekat dengan mendiang ayahnya.
Tidak ada perbaikan yang mudah untuk mengatasi rasa kehilangan orang yang dicintai. Ini adalah rasa sakit yang akan berkurang seiring waktu, tetapi itu mungkin tidak pernah hilang sepenuhnya.
Melansir Mayo Clinic, kebanyakan orang berduka akan memiliki periode kesedihan, mati rasa, dan bahkan rasa bersalah hingga marah. Tapi secara bertahap perasaan ini akan mereda.
Baca Juga: Jenazah Ayah Dewi Perssik Akan Diterbangkan ke Jember Malam Ini
Inilah yang akan dirasakan seseorang saat orang kehilangan orang yang dicintainya.
1. Fisik melemah
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aging and Immunity, dilansir The Atlantic, menemukan kehilangan orang yang dicintai membuat seseorang lebih rentan terjadap penyakit menular, khususnya pada orang yang lebih tua.
Ini adalah efek dari hormon stres kortisol, yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, diimbangi oleh hormon yang disebut DHEA, yang meningkatkan efektivitas neutrofil (sel darah putih yang digunakan untuk melawan infeksi).
Tetapi sekitar usia 30, tingkat DHEA seseorang mulai turun, membuat sistem kekebalan tubuh mereka lebih rentan terhadap pengaruh kortisol pada saat stres.
2. Berisiko terkena serangan jantung
Berita Terkait
-
Pengisi Suara Ran Mouri Detective Conan, Wakana Yamazaki, Meninggal Dunia
-
Bunga Zainal Mencak-Mencak, Sindir Seseorang Sambil Bahas Biaya Tahlilan usai Ayah Meninggal
-
Novel Hafalan Shalat Delisa, Ketika Kehilangan Menjadi Ujian Keikhlasan
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?