Pasalnya, kondisi ini membuat seseorang mengalami penurunan kadar hormon. Biasanya kondisi terjadi sekitar dua minggu setelah periode terakhir dan akan lebih teratur pada enam bulan ke depan.
Selain itu, perdarahan juga biasanya muncul ketika Anda lupa minum pil KB di jadwal yang seharusnya. Jika Anda mengalami perdarahan yang berkepanjangan, dokter biasanya akan memberikan obat untuk membantu mengendalikannya.
Dokter juga akan memeriksa kondisi Anda untuk menentukan bahwa tidak ada infeksi atau masalah kesehatan lain yang menyebabkannya.
4. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi saat jaringan yang seharusnya melapisi rahim justru tumbuh di bagian luarnya.
Akibatnya, kondisi ini membuat seseorang mengalami haid yang tidak teratur, kram yang tidak normal, sakit perut menyiksa, hingga perdarahan yang banyak dan lama.
Jika Anda mengalami berbagai gejala ini, konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Masalah pada tiroid
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di depan tenggorokan yang salah satu tugasnya yaitu untuk mengendalikan fungsi-fungsi hormonal di dalam tubuh. Kelenjar ini diatur oleh hormon yang diproduksi dan diatur pada area otak yang mengendalikan menstruasi dan ovulasi.
Siklus haid yang tidak teratur termasuk mengalaminya dua kali dalam sebulan ini bisa jadi pertanda ada masalah dengan kelenjar tiroid Anda. Bisa jadi Anda mengalami tiroid yang kurang aktif atau justru terlalu aktif.
Baca Juga: Produk Kewanitaan Ini Bikin Hubungan Seks saat Haid Jadi Aman
Kapan harus ke dokter?
Jika Anda mengalami dua kali haid dalam sebulan selama 2 sampai 3 bulan berturut-turut, segera konsultasikan ke dokter. Di samping itu, Anda juga perlu segera berkonsultasi jika saat perdarahan mengeluarkan gumpalan darah yang besar hingga menghabiskan satu atau lebih pembalut dalam satu jam.
Selain itu, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter jika:
1. Merasa lemah
2. Sakit atau mengalami perdarahan saat berhubungan seks
3. Nyeri panggul
4. Sesak napas
5. Kenaikan atau penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas
Jadi mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan jika tidak disertai berbagai gejala tersebut terbilang normal. Namun, kemungkinan berbahaya pada kesehatan yang mendasarinya jika ada gejala di atas yang muncul, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari