Suara.com - Seorang remaja laki-laki usia 15 tahun, Eli Gregg tertusuk pisau berukuran 25 cm di bagian wajahnya saat bermain dengan sepupunya beberapa hari lalu.
Kasus Eli Gregg tertusuk pisau berukuran 25 cm ini mengingatkan dr. Koji Ebersole, seorang ahli bedah saraf di University of Kansas Health System pada pasiennya yang terdahulu.
Sebelum menangani Eli Gregg yang tertusuk pisau 25 cm, dr. Koji Ebersole pernah menangani kasus serupa yang menimpa anak usia 10 tahun bernama Xavier Cunningham.
Kasus pertama yang ditangani Ebersole terjadi pada 2018 silam. Saat itu Ebersole berhasil menyelamatkan nyawa Xavier yang mengalami luka tusuk di kepala karena terjatuh dari tangga.
Xavier pun langsung dilarikan ke rumah sakit yang menjalani operasi karena luka tusuknya.
"Ketika itu terjadi, kami langsung melakukan pemindaian X-ray. Saya berpikir bahwa kasus Xavier yang sebelumnya sangat membantu untuk menyelesaikan kasus kedua ini," katanya dikutip dari CNN Hongkong.
Berbeda dengan Xavier, Eli Gregg tertusuk pisau berukuran 25 cm di wajahnya ketika berniat menyingkirkan sebilah pisau agar tidak melukai anak-anak atau orang yang melintasinya.
Malangnya, Eli mendadak terpeleset dan tertusuk pisau tajam itu ketika berusaha menyingkirkan pisau. Eli Gregg pun langsung berlari ke ibunya dan segera menghubungi 911 ketika tertusuk pisau.
Ia pun langsung dibawa ke University of Kansas Health System dan menjalani operasi karena mengalami luka hingga bagian tengkoraknya.
Baca Juga: Infeksi Akibat Tertusuk Kail Pancingan, Tangan Pria Ini Nyaris Diamputasi
Beruntungnya, Eli tidak menderita cedera otak, masalah penglihatan, stroke, pendarahan otak dan sebagainya akibat tertusuk pisau tersebut.
Bahkan operasi pengambilan pisau sedalam 25 cm itu hanya meninggalkan luka sayatan kecil di pipi kanannya.
Eli pun sangat bersyukur masih diberi kesempatan hidup tanpa cedera serius setelah tertusuk pisau. Ia juga bersyukur bisa menyelamatkan nyawa orang lain, meski dirinya sendiri yang tertusuk pisau.
Berita Terkait
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan
-
5 Salep Apotek untuk Pudarkan Keloid, Cocok untuk Bekas Luka Pascaoperasi
-
Wacana Pilkada oleh DPRD, Kedaulatan Rakyat di Persimpangan Pilihan?
-
Kulit Kepala Gatal? Ini 5 Sampo Ampuh untuk Dermatitis Seboroik
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin