-
Donald Trump memberikan pernyataan yang membingungkan mengenai durasi intervensi militer AS di Iran.
-
Harga minyak dunia melonjak hingga US$ 100 per barel akibat ketidakpastian arah kebijakan AS.
-
Trump memicu kontroversi dengan menuduh Iran mengebom sekolahnya sendiri di kota Minab.
Suara.com - Dunia internasional saat ini tengah berada dalam ketidakpastian mendalam menyusul pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Melalui konferensi pers di Doral, Florida, Trump memberikan gambaran yang tidak konsisten mengenai durasi operasi militer di wilayah Iran.
Situasi ini memicu kecemasan bagi para sekutu di Timur Tengah yang mengkhawatirkan terjadinya eskalasi konflik dalam jangka panjang.
Dampak dari ketidakjelasan ini langsung terasa pada sektor ekonomi global dengan lonjakan harga minyak mentah.
Saat ini nilai perdagangan minyak telah melampaui angka US$ 100 per barel akibat sentimen negatif pasar.
Kehadiran Trump di depan publik sebenarnya bertujuan untuk menenangkan pasar serta memberikan arah kebijakan yang konkret.
Namun, dalam durasi bicara selama 35 menit, sang presiden justru lebih banyak menonjolkan kekuatan persenjataan militer negaranya.
Ia tampak enggan memaparkan detail teknis mengenai langkah strategis untuk mengakhiri pertempuran yang sedang berlangsung tersebut.
Sikap ambigu ini terlihat saat ia menjawab pertanyaan awak media mengenai kapan tepatnya pasukan akan ditarik.
Baca Juga: Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS
Meskipun sebelumnya menyebut perang "hampir selesai sepenuhnya", ia tidak memberikan tanggal pasti saat dikonfirmasi lebih lanjut.
"Tidak, tapi segera. Saya rasa segera. Sangat segera," kata Trump dikutip The Guardian.
Ketidakselarasan Pernyataan Presiden dan Menteri Pertahanan
Publik mencatat adanya perbedaan narasi yang tajam antara pihak Gedung Putih dengan jajaran kementeriannya sendiri.
Menteri Pertahanan AS sebelumnya sempat menyatakan bahwa gelombang serangan yang terjadi saat ini hanyalah sebuah permulaan.
Trump secara mengejutkan justru membenarkan kedua pernyataan yang saling bertentangan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April