Suara.com - Terkadang rambut rontok bisa menjadi hal yang biasa saja, namun dalam beberapa hal rambut rontok juga bisa disebut sebagai tanda sesuatu yang lebih serius.
Pengobatan atau penyakit sistemik kadang-kadang bisa menjadi penyebab kerontokan rambut, kata dokter kulit Dr. Jerry Shapiro.
Tetapi dalam kasus ini, kerontokan rambut juga dibarengi dengan gejala lain, seperti ruam, kekurangan energi, atau sakit otot yang tidak akan hilang.
Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan kerontokan rambut Anda bisa lebih serius daripada penuaan atau kecenderungan genetik, melansir Insider.
1. Kerontokan alis atau bulu mata
"Jika Anda melihat rambut rontok di bagian tubuh lain (selain kulit kepala), sesuatu yang serius sedang terjadi," kata Dr. Shapiro.
Jika Anda kehilangan rambut dari alis atau bulu mata Anda, itu bisa berarti Anda memiliki bentuk serius dari kondisi autoimun alopecia (kebotakan).
Tidak seperti alopecia androgenetik, jenis kondisi lain seperti alopecia areata atau alopecia universalis dapat menyebabkan kerontokan rambut dalam jumlah banyak dan di area tubuh selain kulit kepala, menurut Healthline.
Itu karena tubuh salah menganggap folikel rambut berbahaya dan menyerang mereka, menyebabkan rambut rontok dari folikel di berbagai bagian tubuh lainnya.
Baca Juga: 5 Buah Ini Bisa Mencegah Rambut Rontok dan Botak, Nomor 1 Gampang Dicari!
Kondisi autoimun lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang bukan di kulit kepala termasuk penyakit tiroid dan lupus.
2. Kekurangan energi
Rambut rontok disertai dengan kekurangan energi bisa berarti Anda kekurangan gizi atau tidak mendapatkan cukup nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh Anda.
Jika seseorang tidak mendapatkan cukup seng, misalnya, mereka mungkin mengalami diare, penurunan berat badan yang parah, dan rambut rontok sebagai efek samping, selain merasa lemas.
Kekurangan gizi umumnya juga dapat menyebabkan rambut rontok.
3. Otot terasa sakit
Berita Terkait
-
5 Tips Merawat Rambut Rontok secara Alami dan Efektif yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
5 Rekomendasi Shampoo Non SLS untuk Rambut Rontok, Bisa Juga Atasi Ketombe
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem