Suara.com - Buah-buahan mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Meski begitu beberapa buah-buahan mungkin terlalu manis untuk penderita diabetes, sehingga perlu dikonsumi dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan.
Dilansir dari thehealthsite, beberapa buah memiliki kandungan gula yang tinggi dan bisa meningkatkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Namun, tak serta merta Anda harus mengucapkan selamat tinggal pada buah-buah tersebut.
Buah-buahan manis juga memiliki nilai gizi tinggi, penuh vitamin, mineral, dan merupakan sumber karbohidrat, gula, dan serat yang baik. Jadi, yang perlu dilakukan adalah memperhatikan jumlah asupannya.
Berikut beberapa buah yang seharusnya tidak dikonsumsi terlalu banyak oleh penderita diabetes.
1. Anggur
Anggur kaya akan karbohidrat. Tubuh kita akan memecahnya dan mengubahnya menjadi gula, lemak, dan serat. Kadar karbohidrat yang tinggi berarti lebih banyak glukosa dalam darah. Khususnya anggur kecil mengandung satu gram karbohidrat.
Namun, Anda juga perlu tahu manfaat buah anggur. Buah ini juga kaya antioksidan yang bisa membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Anggur merah dianggap yang terbaik karena memiliki resveratrol, salah satu jenis antioksidan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa antioksidan ini bisa menurunkan kadar gula darah, melindungi jantung terhadap penyakit dan mencegah kanker.
Senyawa dalam anggur juga dapat membantu melindungi tubuh dari kadar kolesterol tinggi dengan mengurangi penyerapan kolesterol, menurut studi yang diterbitkan dalam Current Pharmaceutical Design.
Baca Juga: 5 Fakta Bahaya Diabetes Bagi Lelaki, Nomor 1 Merusak Sperma
Anggur juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, buah ini juga bagus untuk kesehatan mata, peningkatan daya ingat, perhatian, dan suasana hati.
2. Ceri
Saat mengonsumsi ceri, orang biasanya tidak hanya makan satu atau dua, bisa jadi malah segenggam. Hal inilah yang menyebabkan lonjakan gula darah. Sama seperti anggur, satu buah ceri mengandung satu gram karbohidrat.
Meski begitu, buah ceri mengandung nutrisi seperti protein, serat, vitamin C, mangan, dan kalium. Ceri busa membantu mengatur tekanan darah dan meningkatkan fungsi saraf.
Selain itu, ceri juga memiliki kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang bisa membantu mengatasi nyeri otot dan peradangan. Bukan itu saja, ceri juga memberikan tubuh perlindungan dari penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes, penurunan mental, dan kanker jenis tertentu.
Ceri juga bisa membantu melindungi jantung. terlepas dari penyakit diabetes, jika Anda menderita penyakti radang sendi atau gout, ceri bisa meningkatkan gejalanya.
Berita Terkait
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?