Suara.com - Melarang anak bermain game online nampaknya bukan satu-satunya cara agar mereka bisa terhindar dari efek buruk game online. Seperti yang disampaikan peneliti, daripada hanya sekadar melarang, sebaiknya orangtua ikut bermain bersama anak-anaknya.
Dilansir dari Independent, langkah ini bisa dilakukan agar orangtua lebih paham akan risiko dan manfaat yang ditimbulkan oleh game online.
Penelitian baru yang diterbitkan oleh pakar keamanan online Internet Matters pada hari Senin (8/7/2019), mengungkap bahwa kebanyakan orangtua tidak merasa percaya diri berurusan dengan masalah seputar game online.
Padahal, ada lebih dari tiga perempat anak-anak yang bermain game online. Temuan mereka menunjukkan bahwa lebih dari setengah orangtua atau 55 persen di antaranya khawatir orang asing akan mendekati anak-anak mereka melalui platform game online.
Sementara lebih dari sepertiganya, yakni sebanyak 38 persen, tidak yakin dengan siapa anak-anak mereka bermain online.
Laporan yang berjudul Parenting Generation Game ini mendorong orang tua untuk memahami manfaat yang dapat ditawarkan game online, dengan 62 persen dari mereka yang disurvei mengaku bahwa bermain game online dapat membantu anak memiliki keterampilan memecahkan masalah.
Sehubungan dengan temuan tersebut, organisasi nirlaba yang berbasis di London ini telah menghasilkan serangkaian sumber daya online bagi orangtua untuk memberikan informasi tentang kelebihan dan kekurangan dari game online.
Organisasi ini juga mendorong orangtua untuk bergabung dengan anak-anak mereka. Mereka juga mengeluarkan panduan online yang mencakup saran game online apa yang cocok untuk dimainkan oleh seluruh keluarga.
Andy Robertson, pakar game Internet Matters, menambahkan bahwa jangkauan game online yang ditawarkan sangat besar.
Baca Juga: Bandingkan Ruangan Server KPU, Warganet: Lebih Bagus Warnet Game Online
Robertson menyatakan bahwa dengan bermain game online bersama anak-anak, orangtua bisa melihat manfaatnya dan merayakan kemenangan mereka dalam game bersama-sama.
Kepala eksekutif Internet Matters, Carolyn Bunting, mengatakan bahwa orangtua yang secara teratur terlibat dengan aktivitas anak-anak mereka secara online akan lebih baik saat melalui masalah yang mungkin mereka hadapi pada anak-anak.
"Kami mendorong orangtua untuk melakukan sesuatu yang mungkin bertentangan dengan sifat mereka dan ikut terlibat. Dengan sebagian besar anak-anak bermain game online sekarang, itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses tumbuh dewasa di era digital," ujar dia.
Terlepas dari hal ini, sebenarnya banyak orangtua khawatir jika game online dapat membuat anak-anak merasa ketagihan. Karena itu, mereka berharap, pengembang game online bisa lebih bertanggung jawab agar berbuat lebih banyak untuk melindungi pengguna, terutama kaum muda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh