Suara.com - Teman Ngopi yang Tak Bikin Gemuk, Ini 3 Rekomendasi Camilan Sehat.
Kumpul memanfaatkan waktu senggang dengan teman dan rekan kerja sering kali dengan kegiatan ngopi, namun kalau sudah minum kopi tidak lengkap kalau tidak ada camilannya.
Memang jadi ritual wajib sebagian besar orang. Entah itu nongkrong, meeting hingga sarapan maupun pada jam-jam rawan mengantuk di siang hari.
Perhatikan jenis camilan agar tidak menaikkan berat badan, ada beberapa camilan sehat yang bisa Anda nikmati saat ngopi. Ini rekomendasi camilan untuk ngopi yang tidak membuat Anda gemuk dilansir Hello Sehat :
1.Snack bar dari kedelai
Snack kedelai bisa menjadi andalan Anda untuk menunda lapar dan mencukupi asupan serat harian. Camilan ini ternyata juga cocok untuk jadi teman minum kopi. Rasanya yang gurih sedikit manis ini bisa membantu menetralisir mulut yang terasa pahit dan asam khas kopi.
Selain itu, bahan dasarnya yaitu kedelai punya nilai indeks glikemik rendah. Indeks glikemik sendiri merupakan ukuran seberapa cepat gula dari makanan diserap dalam darah. Makin tinggi nilainya, makin cepat pula kadar gula darah naik setelah makan.
Karenanya, Anda tak perlu khawatir gula darah langsung naik akibat minum kopi manis dan ngemil kedelai dalam waktu bersamaan.
2. Pisang rebus
Baca Juga: Dekat dengan Naomi Zaskia, Kok Sule Malah Duet Bareng Baby Shima ?
Pisang goreng memang teman sejati secangkir kopi. Sayangnya, pisang bertepung ini biasanya mengandung banyak minyak sehingga asupannya harus dibatasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Pisang tetap jadi makanan ringan pendamping kopi, kok.
Agar lebih sehat dan rendah kalori, pisang sebaiknya tidak digoreng tapi direbus atau dikukus. Pisang dan buah lain, seperti apel dan beri mengandung tinggi serat. Ini membuat perut Anda kenyang lebih lama. Selain itu, buah dengan nilai indeks glikemik rendah ini juga tidak membuat kadar gula darah melonjak naik secara mendadak. Naiknya secara perlahan sehingga dapat menunda rasa lapar.
3. Kacang-kacangan
Camilan pendamping kopi yang bisa Anda coba selanjutnya adalah kacang-kacangan. Misalnya kacang tanah, kacang kenari, kacang almond, dan kacang hazelnut. Sama seperti pisang, kacang juga masuk dalam deretan makanan yang direkomendasikan untuk diet sehat.
Potensi kacang-kacangan tersebut disebutkan dalam sebuah penelitian tahun 2010 pada jurnal Nutrients. Periset menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kacang lebih dari 2 kali seminggu berat badannya tidak banyak naik dan risiko obesitas lebih rendah ketimbang wanita yang tidak makan kacang.
Perhatikan hal ini kalau mau ngopi sambil ngemil
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya