Penelitian tersebut melibatkan 24 orang sehat yang berusia 19-25 tahun. Mereka kemudian melalui dua sesi yang berbeda untuk setiap pengetesan.
Pada sesi pertama, 12 peserta diminta mencium dan mengingat beberapa aroma dengan menggunakan pernapasan hidung. Pada sesi ini mereka menggunakan plester mulut, agar benar-benar dapat bernapas dari hidung.
Sementara, sesi kedua 12 peserta lainnya diminta melakukan hal serupa, hanya saja kali ini dengan menggunakan pernapasan mulut. Untuk memastikan mereka melakukannya, para peserta menggunakan penjepit di hidungnya.
Setelah jeda 1 jam, para peserta kemudian dipanggil lagi untuk diuji ulang mengenai aroma tersebut. Hasilnya, mereka yang menggunakan pernapasan hidung dapat mengingat dengan lebih baik dan tepat setiap aroma yang dihirupnya, dibandingkan mereka yang bernapas menggunakan mulut.
Hal ini terjadi kemungkinan karena ketika bernapas melalui hidung, terdapat rangsangan pada saraf yang mengatur penciuman. Proses itu kemudian akan mengaktifkan hippocampus di otak yang berperan dalam proses mengolah memori.
Jadi, apa tidur pakai plester mulut itu sehat? Bernapas menggunakan hidung memang lebih baik dibandingkan menggunakan bernapas menggunakan mulut. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan secara gamblang bahwa tidur pakai plester mulut terbukti lebih baik.
Sangat sulit ditemukan penelitian yang membahas mengenai manfaat penggunaan plester mulut ketika tidur. Salah satu yang berhasil ditemukan adalah penelitian pada tahun 2009.
Penelitian tersebut berusaha mencari hubungan antara penggunaan plester mulut saat tidur dan pengendalian gejala asma. Namun, hasil riset menyatakan bahwa penggunaan plester mulut ketika tidur tidak berpengaruh terhadap pengendalian asma pada pengidapnya.
Apalagi untuk orang dengan kondisi tertentu, seperti flu, polip hidung, sinusitis, dan rinitis alergi sebaiknya tidak menggunakan plester mulut ketika tidur. Kondisi ini justru bisa berdampak fatal.
Baca Juga: Andien Aisyah Tidur dengan Mulut Dilakban, Apa Manfaatnya?
Itu sebabnya, jika Anda berniat mengikuti tren plester mulut ketika tidur ala Andien, amat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk memastikan bahwa kondisi Anda benar-benar dalam keadaan yang fit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa