Suara.com - Berapa kali Anda membiarkan telur mendidih terlalu lama? Sebaiknya Anda mulai menghentikannya karena hal ini ternyata bisa membahayakan kesehatan.
Jika diperhatikan telur yang terlalu matang akan memiliki lapisan hijau di luar kuning telur, ini sebenarnya tak boleh dimakan, mengapa demikian?
Dilansir dari timesofindia, Hidrogen sulfida berasal dari putih telur dan protein dalam putih telur mengandung belerang yang bergabung dalam hidrogen dapat membentuk gas mematikan. Saat kulit terluar telur semakin panas, gas akan menuju ke kuning telur.
Sementara kuning telur mengandung zat besi dan saat bertemu dengan gas hidrogen sulfida, akan membentuk besi sulfida. Hal ini yang menyebabkan kuning telur memiliki lapisan hijau.
Jadi, semakin lama Anda merebus telur semakin banyak sulfida yang dihasilkan dan semakin tebal lapisan hijau pada kuning telur.
Karena itu, Anda harus mengganti air rebusan telur segera setelah matang untuk mendinginkan telur dengan cepat.
Meski belum ada korban yang dilaporkan akibat konsumsi telur rebus, tetapi lebih baik jangan memasak telur terlalu lama. Ini dikarenakan telur terlalu matang bisa beracun. Namun, yang terpenting Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru