Suara.com - Jemaah Haji Indonesia Banyak yang Cedera Kaki Karena Lupa Pakai Sandal.
Kedatangan jemaah haji asal Indonesia sudah memasuki minggu ke-2. Sebagian besar jamaah sudah berada di Madinah sebagai bagian gelombang satu.
Di Madinah, aktivitas ibadah jemaah haji dipusatkan di masjidil Nabawi.
Namun sayangnya banyak jemaah haji asal Indonesia yang tidak memperhatikan hal-hal penting yang sudah diingatkan sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Hal paling sering menjadi permasalahan jemaah haji adalah penggunaan alas kaki. Padahal lantai di luar bangunan masjid sangatlah panas. Kondisi ini sering menyebabkan cedera pada telapak kaki.
Tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) sering menemukan jemaah yang keluar dari bangunan masjid tanpa menggunakan alas kaki. Penyebabnya karena jemaah sering lupa menyimpan alas kaki nya.
“Tim P3JH adalah bagian dari PPIH non kloter yang memberikan layanan umum dengan kemampuan khusus kesehatan. Tim ini hanya membantu penanganan darurat awal, selanjutnya masalah kesehatan ditangani oleh petugas PPIH Kesehatan” jelas dr.Mahesa Paranadipa, Wakil Koordinator Tim P3JH dalam siaran pers dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diterima Suara.com, Sabtu (13/7/2019).
“Cedera pada kaki akibat menginjak lantai yang panas dapat menghambat aktivitas ibadah selanjutnya jemaah . Oleh karenanya penting bagi jemaah untuk memperhatikan arahan dari petugas kesehatan dan pembimbing di kloternya masing-masing,” tambah dr.Mahesa.
Baca Juga: Ini Penampakan Cedera Kaki Crutchlow yang Remuk dan Bikin Nyaris Pensiun
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya