Suara.com - Kabar sedih datang dari artis cantik Citra Kirana yang baru saja menginformasikan ayahnya, Iwan Siregar tengah menderita kanker.
Citra Kirana mengunggah fotonya memeluk sang ayah ketika berada di Bandara Soekarno Hatta di Instagram. Ia mengatakan hendak mengantarkan ayahnya berobat ke China.
Dalam unggahahan Instagram-nya itu pula Citra Kirana meminta doa seluruh warganet untuk kesembuhan ayahnya agar pengobatan di China berjalan lancar.
"Semangat papa! we fight this cancer together. Doain papa yaaa temen2 smg papa diberikan kekuatan dan kesehatan. Bismillah hari ini papa berangkat ke china untuk pengobatan, semoga lancar semuanya..mohon doa nya yaa," tulis Citra Kirana.
Sayangnya, Citra Kirana tidak menjelaskan jenis kanker apa yang diderita oleh ayahnya. Meski begitu, sejumlah rekan artis dan warganet turut mendoakan kesembuhan ayahnya.
Tak bisa dipungkiri, sejauh ini banyak orang sering kali terkejut hingga pupus harapan ketika divonis kanker. Tapi, perlu Anda tekankan bahwa vonis kanker bukan akhir.
Daripada harus meratapi vonis kanker, Anda sebaiknya cepat bangkit dan mengumpulkan semangat untuk bisa sembuh. Melansir dari hellosehat.com, ada 5 hal yang perlu Anda lakukan ketika divonis kanker.
1. Cari informasi tentang kanker yang diderita
Jika Anda kurang percaya dengan diagnosis 1 dokter, tak ada salahnya mencari analisis dari dokter atau rumah sakit lainnya. Hal ini untuk membuka pandangan lain tentang penyakit Anda.
Baca Juga: Mihajlovic Kena Kanker Darah, Kapten Bologna: Dia Seperti Ayah bagi Pemain
Selain mencari analisis lain, Anda juga perlu mencari tahu jenis kanker yang diderita untuk menambah pengetahuan dan mencari tahu asal mula penyebabnya.
2. Menjaga kesehatan
Kondisi kesehatan fisik dan mental sangat berperan penting dalam pengobatan serta perkembangan kanker.
Hidup yang sehat dengan rutin olahraga, menjaga pola makan, gaya hidup hingga beban pikiran sebenarnya membantu Anda melawan kanker.
3. Kumpulkan semangat dari sekitar
Kondisi mental dan motivasi Anda untuk sembuh sangat memengaruhi perkembangan sel kanker. Anda perlu mendekatkan diri dengan orang-orang di sekitar serta meminta dukungan dari mereka agar lebih semangat melalui hidup sebagai pejuang kanker.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
Ayah Jihoon TWS Dikabarkan Meninggal Dunia, Agensi Beri Konfirmasi
-
Meninggal di Tempat Pijat, Ayah Venna Melinda Ternyata Punya Riwayat Sakit Jantung
-
Tubuh Mendadak Kaku, Kronologi Lengkap Meninggalnya Ayah Venna Melinda di Tempat Pijat
-
Ayah Venna Melinda Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Kini Tak Tahu Dirawat Siapa
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026