Suara.com - Beberapa hari lalu viral di media sosial seorang pemuda bernama Wawan Gim mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan bermain ponsel.
Wawan Gim pun harus tinggal di yayasan rehabilitasi gangguan jiwa, Yayasan Rehabilitasi Jamrud Biru, Bekasi. Kondisi Wawan yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan ponsel ini diunggah oleh Instagram @makassar_iinfo yang mengutip dari YouTube Daai TV.
Dalam video yang beredar Wawan Gim terlihat sama sekali tidak bisa berkomunikasi dan merespons orang di sekitarnya. Matanya selalu fokus menatap kedua tangannya yang terus bergerak seolah sedang bermain gadget.
Pendiri Yayasan Jamrud Biru, Hartono pun mengaku tidak bisa menghentikan gerakan tangan dan mengalihkan fokus Wawan. Ia lantas menceritakan pertama kali mengetahui Wawan gangguan jiwa akibat kecanduan ponsel.
Awalnya, Hartono mencoba memberikan ponsel rusak ke tangan Wawan. Tetapi, tangan Wawan terus bergerak dan ketika ponsel diambil pun gerakan tangan Wawan tetap tidak berhenti.
Sebenarnya, kasus seseorang mengalami gangguan jiwa maupun mengidap penyakit tertentu akibat kecanduan ponsel sudah bukan satu atau dua kali ini terjadi.
Di era yang serba digital ini membuat banyak orang bergantung dengan ponsel, termasuk anak-anak. Bahkan beberapa orang tua sengaja memberi anak mereka gadget asalkan bisa lebih diam dan tenang.
Nyatanya melansir dari Forbes, sekitar 48 persen orang yang menghabiskan waktunya di layar ponsel selama 5 jam atau lebih berisiko mengalami gangguan mental hingga ingin bunuh diri akibat depresi.
Berbeda dengan anak-anak yang membatasi diri bermain ponsel dan lebih sering olahraga dan bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Mereka justru lebih berisiko rendah mengalami gangguan mental atau keinginan bunuh diri.
Baca Juga: Kecanduan Operasi Plastik, Perempuan Ini Bikin Payudara Sebesar Bola
Menurut penelitian dari Duke University Amerika Serikat dikutip dari hellosehat.com, anak remaja yang terlalu sering bermain ponsel akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder.
Penelitian ini juga melibat 151 remaja untuk mencari tahu hubungan kesehatan mental dengan lamanya mereka bermain ponsel. Hasilnya, mereka yang lebih sering main ponsel cenderung mudah berbohong, berkelahi dan berperilaku buruk.
Ternyata, tanpa disadari terlalu sering bermain ponsel membuat seseorang kehilangan kontrol diri yang baik. Mereka menjadi lebih sulit mengendalikan perilaku dan emosinya yang akhirnya berakibat buruk pada kesehatan mentalnya.
Berita Terkait
-
Sering Cemas Hari Senin? Inilah Mengapa Gen Z Rentan Kena Monday Blues
-
Lebih dari Sekadar Ambisi, Ini 5 Kunci Energi Batin untuk Sukses di 2026
-
Self-Love Bukan Egois tapi Cara Bertahan Waras di Tengah Tuntutan Hidup
-
CERPEN: Kafe dan Sore yang Terlalu Sempurna untuk Dibatalkan
-
5 Strategi Jaga Kewarasan Mental di Tahun 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar