Suara.com - Pada Rabu (10/7/2019) kemarin, Meghan Markle serta buah hatinya, Archie, kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri sebuah acara King Power Royal Charity Polo Day.
Bukan karena gaya berbusana seperti yang biasa diperhatikan warganet, tetapi karena cara menggendong Archie yang warganet anggap masih terlihat canggung.
Warganet melihat seolah-olah Meghan belum terbiasa menggendong bayi. Sehingga mereka khawatir cara menggendong tersebut justru akan menyakiti buah hatinya.
Hal ini pun dibantah oleh bidan bersertifikat dari Manhattan, Risa Klein.
Melansir INSIDER, Klein mengatakan dirinya melihat dalam beberapa kesempatan Meghan menggendong Archie dengan baik. Sayangnya pada foto yang beredar tangan sang Duchess tidak terlihat menyokong kepala dan leher Archie.
Menurutnya, ini memang terlihat seperti kesalahan karena dapat menyebabkan kepalanya untuk jatuh ke belakang, berpotensi menyebabkan cedera leher atau tulang belakang.
Sebab, bayi memerlukan waktu untuk menguatkan tulang leher sehingga diperlukan tangan orang dewasa untuk mendukungnya.
Menurut Klein, bayi biasanya dapat mulai menopang kepala mereka sendiri ketika sudah berusia 4 bulan, tetapi sampai saat itu, siapa pun yang memegang anak harus membantu mereka.
"Ini masalah keamanan. Orang seharusnya tidak mengkritiknya, tetapi itu adalah fisiologi mengapa bayi perlu didukung," ujar Klein.
Baca Juga: Meghan Markle Tak Sungkan Pakai Produk Tabir Surya Murah untuk Archie
Untuk memastikan keselamatan bayi, orang tua baru harus meletakkan tangan kiri mereka di pangkal tengkorak bayi, jelas Klein.
Jari telunjuk dan ibu jari mereka harus diposisikan di kedua sisi leher bayi untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan bayi untuk tetap stabil dan mencegah cedera.
Berita Terkait
-
Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!
-
Aksi Heroik Bidan Dona Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai Demi Obati Pasien Diganjar Motor Plat Merah
-
5 Fakta Viral Bidan di Sumbar Berenang Seberangi Sungai Demi Obati Pasien, Baju Kering di Badan!
-
Polisi Ringkus 3 Pelaku Begal Sadis di Depok, Korban Perawat dan Bidan Luka Berat Disabet Sajam
-
Bidan Jadi Sopir Ambulans: Kisah Heroik di Dairi Akibat Efisiensi Anggaran!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026