Suara.com - Meski Anda hanya pergi berdua dengan si kecil, sebaiknya Anda tidak mendudukkan anak di jok depan mobil. Lupakan alasan kasihan karena ia sendirian duduk di jok belakang.
Dilansir dari Safe Ride 4 Kids, disebutkan bahwa di beberapa negara sudah diberlakukan larangan anak di bawah usia 10 tahun untuk duduk di jok depan kendaraan. Bahkan di Abu Dhabi, bagi yang melanggar aturan ini akan dikenakan denda hingga 400 Dirham atau sekitar Rp 1,5 juta.
Mau tahu kenapa anak-anak memang sebaiknya duduk di jok tengah? Ini dia alasannya:
1. Risiko besar ketika terjadi kecelakaan
Jok depan mobil memiliki risiko paling besar ketika terjadi kecelakaan. Anak bisa mengalami cedera yang lebih parah akibat benturan.
Meski dilindungi dengan berbagai fitur keselamatan seperti air bag, semua itu dirancang dan disesuaikan dengan postur tubuh orang dewasa, bukan untuk anak-anak.
2. Air bag justru bisa membahayakan
Ini karena air bag akan otomatis mengembang ketika mobil mengalami benturan atau kecelakaan, dengan kecepatan dan kekuatan yang sangat besar. Anak-anak yang tingginya belum setinggi orang dewasa, tubuhnya justru akan 'tenggelam' di dalam kantong udara tersebut. Kekuatan air bag juga akan menghantam tubuh anak, khususnya bagian kepala dan dada. Ini bisa diibaratkan anak ditonjok dengan sangat kencang di bagian wajah dan dadanya.
3. Anak belum memiliki refleks yang baik
Orang dewasa yang duduk di kursi depan bisa memeringatkan supir jika ada hal-hal yang berpotensi membahayakan. Dan jika terjadi kecelakaan, orang dewasa memiliki refleks yang memungkinkannya menghindar untuk meminimalkan risiko.
Tapi, anak-anak tidak memiliki refleks sebaik orang dewasa. Sehingga ketika terjadi benturan atau kecelakaan, anak tak bisa menghindar dan berpotensi mengalami cedera lebih parah.
4. Anak-anak tak bisa duduk diam
Anak-anak cenderung tak bisa diam, entah berusaha berdiri, mencondongkan tubuh ke depan, atau bersandar ke dasbor.
Baca Juga: Mobil Listrik di GIIAS 2019, Ini Kategori yang Tepat Bagi Indonesia
Tindakan ini tentu saja sangat berbahaya. Tak hanya mengganggu konsentrasi dan penglihatan sopir terhadap kondisi jalanan di sekitar, tapi juga membuat anak rentan mengalami benturan saat sopir melakukan pengereman mendadak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!