Suara.com - Makin Banyak Orang Indonesia yang Kegemukan dan Obesitas, Ini Bahayanya
Peningkatan prevalensi penduduk Indonesia yang mengalami kegemukan dan obesitas jadi perhatian khusus. Jika dibiarkan, angka kesakitan akibat penyakit tidak menular bisa meningkat.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penduduk obesitas meningkat dari 14,8 persen di 2013 menjadi 21,8 persen di 2018. Hal yang sama juga terlihat pada kasus penduduk kegemukan, yang meningkat dari 11,5 persen di 2013 menjadi 13,6 persen di 2018.
Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, mengatakan tren peningkatan angka prevalensi kegemukan dan obesitas Indonesia harus dihentikan. Jika tidak, risiko tekanan darah naik, pecah pembuluh darah, hingga gula darah tinggi akan mengintai.
"Obesitas itu kan timbunan lemaknya ada di tengah tubuh, berisiko menutupi organ-organ penting seperti jantung, ginja, pankreas, hingga paru-paru. Di mana lemaknya banyak, tandanya banyak racun yang bisa menyebabkan inflamasi, yang jika didiamkan bertahun-tahun bisa menyebabkan penyakit diabetes, jantung, hingga hipertensi dan stroke," ujar Prof Hardinsyah, di sela-sela acara Asian Congress of Nutrition 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (4/8/2019).
Penyebab kegemukan dan obesitas sangat banyak. Menurut Prof Hardinsyah, makanan dengan gizi tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, hingga kurang tidur dan tidur berlebih bisa menjadi penyebab kegemukan dan obesitas.
Tidak hanya di Indonesia, Prof Hardinsyah menyebut peningkatan jumlah penduduk kegemukan dan obesitas juga terlihat di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Australia.
Untuk itu, perhelatan Asian Congress of Nutrition 2019 ini diharapkan bisa menjadi ajang pertukaran informasi dan pengetahuan untuk menangkal masalah kegemukan dan obesitas.
"Malaysia lonjakannya luar biasa. Sementara Korea dan Jepang mampu menahan (angka kegemukan). Makanya perlu sharing bagaimana kita bisa mencontoh supaya pertumbuhannya (angka kegemukan) agak pelan," tuturnya lagi.
Baca Juga: Kemiskinan Jadi Penyebab Utama Kasus Malnutrisi di Indonesia
Sebagai contoh, transportasi umum yang baik di Korea dan Jepang membuat masyarakat enggan menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan transportasi umum membuat masyarakat terbiasa jalan kaki dari halte menuju sekolah atau kantor.
Sayangnya, perkembangan teknologi digital dengan adanya taksi dan ojek online membuat orang semakin enggan jalan kaki. Karena itu, sedikit paksaan untuk membuat orang jalan kaki menurutnya akan berdampak baik.
"Orang dibikin lebih sering jalan, MRT dan LRT itu bagus karena kan untuk ke peron harus naik dan turun tangga. Atau di mal, parkirnya yang jauh, jangan di bawah mal," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru