Suara.com - Peneliti Temukan Cangkok Sel Ovarium Mampu Tunda Menopause 20 Tahun.
Menjadi tua dan keriput adalah momok yang menakutkan bagi perempuan.
Sebuah prosedur revolusioner di bidang medis terbaru kini ditemukan sebuah anti aging yang mampu menunda menopause Anda hingga 20 tahun.
Mengutip laman Metro, Senin (5/8/2019) prosedur ini hanya memakan waktu selama 30 menit, dilakukan dengan cara 'menipu' jam biologis perempuan, untuk mereka dapat berpikir jauh lebih muda daripada kenyataannya.
Metode yang diklaim jadi pertama di dunia ini adalah dengan cara mengeluarkan sepotong ovarium dan pembekuan jaringan pada -150 celsius.
Jaringan ovarium ini kemudian disimpan di bank es sampai perempuan tersebut mencapai menopause, sebelum akhirnya ovarium ini dipindahkan lagi ke dalam rahim, lalu perempuan itupun diklaim bakal memulai hormon alaminya, yakni dengan menunda menopause.
Prosedur ini disambut baik bagi para perempuan yang mengalami osteoporosis hingga riwayat penyakit jantung, karena dianggap masalah kesehatan itu akan tertunda.
Menunda menopause diharapkan jutaan orang mampu mengurangi gejala fisik emosional, dan ingatan. Bahkan 9 wanita Inggris berusia 22 hingga 36 tahun telah menjalani prosedur ini.
"Saya katakan bahwa saya tidak pernah merasakan sakit, dan tampaknya cukup ajaib bahwa (prosedur) itu adalah sesuatu yang begitu mudah (dilakukan)," ujar salah satu pasien ibu 24 tahun.
Baca Juga: Selain Menopause, Ini yang Terjadi Pada Vagina Jika Anda Semakin Tua
Dixie-Louise Dexeter, yang juga mengetahui prosedur ini, meminta jaringan ovariumnya segera dicangkokkan untuk nanti ditanamkan kembali dalam dirinya dan mencegah menopause dini.
"(Prosedur ini) mampu menunda menopause dan telah mengubah hidup," ungkap Dixie.
Prosedur ini ditawarkan perusahaan besar di Birmingham, ProFaM dan didanai bersama oleh empat ahli terkenal di dunia kedokteran bidang reproduksi.
Profesor Simon Fishel, selaku Kepala Eksekutif yang juga pendiri perusahaan IVF telah berhasil melahirkan Natalie Brown, saudara perempuan dari bayi tabung pertama, Louise Brown.
"Sangat mungkin bahwa banyak perempuan akan mengalami menopause lebih lama dari masa subur mereka. Kami memberdayakan wanita untuk mengendalikan kesehatan mereka sendiri dengan secara alami menunda menopause mereka," ungkap profesor Fishel.
Adapun biaya prosedur perawatan ini berkisar antara 3000 hingga 7000 poundsterling atau setara Rp51 juta hingga Rp 119 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan