Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan cukup banyak warga Amerika Serikat yang menderita alergi wijen.
Peneliti dari Nothwestern Medicine di Chicago dan Mount Sinai School of Medicine di New York baru-baru ini pun melakukan riset tentang alergi wijen di Amerika Serikat.
Mereka meneliti tentang prevalensi, keparahan, distribusi dan karakteristik klinis alergi wijen di Amerika Serikat.
Peneliti dilansir dari Fox News melakukan survei terhadap lebih dari 50 ribu rumah tangga di AS. Mereka mencari tahu tentang informasi terperinci tentang dugaan alergi makanan, termasuk gejala reaksi alergi tertentu, detail tentang diagnosis klinis alergi makanan serta demografis.
Hasilnya, sebanyak 1,5 juta anak-anak dan orang dewasa di Amerika memiliki alergi wijen. Artinya, sekitar 0,49 persen dari populasi orang di AS alergi dengan wijen.
"Lebih dari 1,1 juta orang telah melaporkan alerginya terhadap wijen berdasarkan diagnosis dokter atau riwayat gejala reaksinya ketika mengonsumsi wijen," kutipan dari pers rilis tentang jumlah orang yang alergi wijen.
Rata-rata, orang yang alergi wijen mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, batuk, gatal-gatal, muntah dan sakit perut.
Penelitian ini penting karena alergi wijen tidak seperti alergi kacang, susu dan kerang. Orang yang alergi wijen dan tidak sengaja mengonsumsinya lebih berisiko tinggi daripada penderita alergi lainnya.
"Studi kami menunjukkan alergi wijen di AS biasanya menyerang orang dewasa dan anak-anak yang menyebabkan alergi parah," kata dr. Ruchi Gupta, profesor pediatri dan kedokteran di Sekolah Kedokteran Feinberg, Universitas Northwestern.
Baca Juga: Wanita Ini Alergi Air, Bahkan dengan Keringat dan Air Matanya Sendiri
Karena itu, orang yang alergi wijen harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Mengingat, wijen bisa saja tersembunyi di dalam makanan dan tidak terlihat.
Sehingga pelabelan wijen dalam sejumlah makanan sangat penting. Hal ini guna melindungi orang-orang yang berpotensi alergi tidak mengonsumsi makanan tersebut.
Berita Terkait
-
Belajar dari Perjuangan Vidi Aldiano, Ini 4 Cara Deteksi Dini Kanker Ginjal
-
Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan