Health / Konsultasi
Kamis, 08 Agustus 2019 | 11:38 WIB
Kemenkes siapkan Pos Kesehatan Haji jelang puncak ibadah Haji 2019 di Makkah dan Madinah. (Dok. Kemenkes)

Suara.com - Jelang Puncak Haji 2019, Kemenkes Siapkan Ambulans dan Pos Kesehatan

Dalam hitungan hari, seluruh jemaah haji akan memasuki masa puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Fase Armuzna ini akan terjadi pada tanggal 9-13 Dzuhijjah atau diperkirakan akan dimulai pada 10 Agustus 2019.

Pada pelaksanaan ibadah haji di Armuzna nanti, Kemenkes akan menyiapkan pos kesehatan khusus di dua lokasi, yakni Pos Kesehatan Arafah dan Pos Kesehatan Mina. Pos kesehatan ini untuk memudahkan akses dan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, di samping klinik kesehatan yang disediakan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Kedua pos kesehatan diperkuat lagi dengan adanya enam pos satelit di sejumlah titik di Arafah, sebelas di Muzdalifah dan sepuluh di sepanjang jalur atas dan bawah jamarat. Begitu juga ambulans dan perbekalan kesehatan.

"Seluruh sumber daya kesehatan baik dari Daker Makkah, Madinah maupun Bandara difokuskan sepenuhnya untuk melayani, jemaah haji Indonesia pada prosesi ini," tutur Dr. dr. Eka Jusup Singka, Msc. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, melalui siaran pers.

Untuk melayani 231.000 jemaah haji Indonesia, dua pos kesehatan tersebut akan beroperasi sepanjang waktu peribadatan. Petugas kesehatan yang melayani merupakan gabungan dari beragam profesi kesehatan yaitu: dokter, dokter gigi, dokter spesialis, perawat, apoteker, sanitarian, ahli gizi, dan tenaga kesehatan masyarakat.

Kemenkes siapkan Pos Kesehatan Haji jelang puncak ibadah Haji 2019 di Makkah dan Madinah. (Dok. Kemenkes)

Setiap kloter juga didampingi oleh 3 orang tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Haji Indonesia. Total terdapat 1.587 tenaga kesehatan untuk melayani 529 kloter. Mereka juga akan memberikan layanan kesehatan, menyampaikan edukasi dan merujuk jemaahnya bila diperlukan.

Untuk mengakomodasi jemaah yang sakit dan masih dirawat inap saat masa Armuzna, KKHI Makkah telah menyiapkan 10 bus untuk safari wukuf. Empat bus untuk pasien dengan posisi berbaring, dengan daya tampung maksimal 8 pasien per bus. Sedangkan enam bis untuk posisi duduk, dengan daya muat 50 pasien.

“Total kapasitas bus untuk program safari wukuf sebanyak 332 pasien,” kata dr. Muhammad Imran, Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, beberapa waktu lalu saat menerima Amirul Hajj dan rombongan.

Baca Juga: Pejabat Haji: Habib Rizieq Berdoa di Tengah Massa di Pemakaman Mbah Moen

Selain pos kesehatan, Kemenkes juga menyediakan ambulans. 29 Ambulans ditempatkan di tiga daerah kerja yakni Makkah, Madinah, dan Bandara.

Di setiap ambulans besar pada proses rujukan dari sektor atau KKHI ke RS Arab Saudi, pasien akan didampingi oleh dokter atau perawat dan tenaga pendukung kesehatan.

Load More