Health / Men
Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:15 WIB
Ilustrasi lelaki sedang masturbasi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria dewasa usia 33 tahun asal Jepang ditemukan tewas oleh ibunya. Pria yang tidak diketahui namanya ini tergeletak di lantai dengan masker dan kantong plastik yang menutupi wajahnya.

Awalnya, pria ini meninggal diduga karena mengalami kekerasan. Tetapi, hasil pemeriksaan membuktikan tidak ada tanda-tanda penyiksaan.

Lantas pria ini diduga memiliki masalah kesehatan mental hingga bunuh diri. Namun, tanda-tanda itu juga tidak ada dan riwayat kesehatannya pun sangat baik.

Melansir dari unilad.co.uk, dokter yang menyelidiki kematian pria ini pun merasa janggal. Penyelidik kepolisian lantas mengira bahwa pria ini mengalami kematian autoerotik.

Kematian autoerotik ini didefinisikan sebagai kematian karena kecelakaan individu saat masturbasi. Biasanya disebabkan oleh alat atau bahan digunakan untuk meningkatkan respons seksual.

ilustrasi orang masturbasi (shutterstock)

Dalam kasus kematian pria ini, kepolisian menduga ia menggunakan masker dan kantong plastik yang menutupi wajahnya untuk kepuasan seksual.

Penyelidik menduga pria ini melakukan masturbasi dengan cara mengurangi pasokan oksigen setelah melihat sebuah video porno.

Asfiksia autoerotik, aktivitas yang memutuskan pasokan oksigen untuk kesenangan seksual ini hanya memerlukan waktu 1 menit bagi orang yang melakukannya pinsan lalu beberapa menit kemudian meninggal lemas.

Kurangnya pasokan oksigen itulah yang mengganggu pasokan darah ke otak hingga menyebabkan kerusakan permanen. Sehingga otot jantung tidak dapat berfungsi tanpa pasokan oksigen yang berakibat kematian.

Baca Juga: Jadikan Masturbasi sebagai Foreplay, Ini Manfaatnya saat Bercinta

Load More