-
Mohammad Majdi tewas ditabrak kendaraan pengawal menteri Israel saat bersepeda ke sekolah.
-
Kantor menteri Israel membantah kehadiran pejabat di lokasi dan menyalahkan pelanggaran lalu lintas.
-
Tragedi terjadi di jalur pemukiman ilegal Kiryat Arba yang memiliki sejarah konflik panjang.
Suara.com - Kematian tragis Mohammad Majdi al-Jaabir mengungkap risiko tinggi mobilitas warga Palestina di tengah pengawalan ketat pejabat Israel.
Remaja berusia 16 tahun tersebut kehilangan nyawa setelah kendaraan pengamanan menteri Israel menghantamnya di persimpangan Beit Einun.
Dikutip dari MME, kejadian memilukan ini berlangsung tepat saat fajar menyingsing ketika korban sedang mengayuh sepeda menuju sekolahnya.
Mobil yang terlibat diketahui milik perusahaan keamanan Magen yang bertugas melindungi jajaran menteri garis keras Israel.
Tragedi ini memicu kemarahan publik lantaran terjadi di jalur strategis menuju pemukiman yang selama ini dipersengketakan.
Saksi mata menyebutkan rombongan tersebut sedang bergerak untuk mengamankan lokasi Menteri Pemukiman Orit Strock di Hebron.
Beberapa laporan media lokal bahkan sempat mengaitkan iring-iringan kendaraan itu dengan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.
Merespons tuduhan tersebut, kantor menteri terkait langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah keterlibatan mereka.
“Kendaraan tersebut bukan milik menteri dan menteri tidak berada di lokasi kejadian,” ujar kantor menteri tersebut dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina
Pihak berwenang Israel mengklaim bahwa korban melanggar lampu lalu lintas sehingga tabrakan hebat tidak dapat dihindarkan.
Kondisi Pasca Kecelakaan di Hebron
Sopir kendaraan pengawal dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Kepolisian Israel menyatakan telah memulai proses penyelidikan untuk mendalami kronologi pasti dari insiden maut di Route 60 tersebut.
Mohammad Majdi sempat dinyatakan dalam kondisi kritis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka yang parah.
Jalanan tempat insiden terjadi merupakan akses utama menuju Kiryat Arba, wilayah pemukiman yang dikenal sangat konservatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran
-
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak
-
KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan
-
Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Pangan RI dalam Bahaya? Pakar Ungkap Efek Suhu Panas yang Bisa Bikin Bulir Padi Tak Terbentuk
-
Petaka Berenang di Ciliwung: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus, Tim SAR Sisir Sungai Hingga 4 Km
-
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih