Suara.com - Memberi Bayi ASI Ekslusif Bisa Jadi KB Alami Lho Bunda, Asal...
Bagi bunda yang tengah menunda punya momongan lagi setelah melahirkan, biasanya bakal memikirkan serangkaian progran KB (keluarga berenca) dan butuh waktu memutuskan untuk mencari alat atau pil KB yang tepat.
Tapi tahukah bunda, kalau ASI itu ternyata bisa menjadi alat KB alami lho.
"ASI ini bisa jadi KB alami namun sebenarnya bisa iya bisa tidak, karena ada syaratnya," ujar Konselor Laktasi, Dr. Ameetha Drupadi dalam acara diskusi Kemen PPPA, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019)
Syaratnya ialah bayi yang disusui masih berumur di bawah 6 bulan, karena setelahnya efek KB alami sudah menghilang. Belum lagi proses menyusui tidak boleh melalui media lain seperti diperah atau melalui dot. Terakhir ia juga harus bisa menjamin si ibu belum belum kembali alami menstruasi.
"Tapi syaratnya harus terus dihisap, bukan dipompa, karena beda hisapan bayi dengan pompaan," jelasnya.
Dr. Ameetha juga menjelaskan keajaiban ASI dapat menjadi alat KB alami, karena tubuh perempuan akan mengalami peningkatan oksitosinnya, sehingga progres hormon kehamilan tertahan.
"Karena saat anak menghisap langsung oksitoksinnya meningkat," ungkapnya
Sekedar informasi, hormon oksitosin ialah hormon cinta yang ada dalam sistem reproduksi wanita, yang sangat berperan penting dalam proses melahirkan.
Baca Juga: Nina Zatulini Punya Trik Atasi Anak yang Alami Bingung Puting saat Menyusui
Saat hormon ini lepas dari proses melahirkan, ini akan jadi penanda seorang wanita sedang menjalani fase melahirkan dan menyusui, karena kemampuannya merangsang air susu lebih banyak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien